Pertalite Sulit Didapat, Nelayan di Pandeglang Tercekik Gunakan Pertamax untuk Melaut
Sejumlah nelayan di Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan sulitnya mendapat pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Sejumlah nelayan di Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan sulitnya mendapat pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Kondisi itu dirasakan nelayan di Pandeglang sejak awal Januari 2023.
Hal ini membuat nelayan terpaksa membeli BBM jenis Pertamax, sehingga operasional untuk sekali melaut makin membengkak.
Baca juga: Penerimaan PKB dan BBNKB Bermasalah, Pemprov Banten Rugi Rp4,829 Miliar
Salah satu nelayan asal Panimbang, Mursid mengaku meras tercekik oleh kondisi itu.
Sebab kata dia, dalam sehari melaut menggunakan perahu, nelayan membutuhkan 30-40 liter Pertalite.
Sedangkan untuk bagan, nelayan membutuhkan 8-10 liter dalam satu hari.
"Mending kalau kita dapat ikan saat melaut, ini mah harga ikan murah. Beli BBM harus Pertamax saja, berat diongkos," kata dia saat dihubungi TribunBanten.com, Minggu (30/7/2023).
Mursid berharap, Pertamina tidak melakukan pembatasan pembelian Pertalite.
Mengingat saat ini, BBM jenis tersebut sudah tidak lagi disubsidi oleh pemerintah.
"Kalau solar wajar dibatasi, karena ada yang disubsidi. Nah ini Pertalite kan enggak," ujarnya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pandeglang, Encep Waas mengatakan, pembatasan pembelian tersebut sebetulnya berjalan sejak tahun lalu.
Baca juga: Cerita Nelayan di Serang Diintimidasi hingga Ditinggal Kekasih Gara-gara Tolak Tambang Pasir Laut
"Sudah lama sebetulnya sejak ada perubahan jenis Pertalite dari BBM umum menjadi BBM khusus penugasan dari Pertamina," ungkapnya.
Jelas dia, nelayan yang akan membeli solar maupun Pertalite di SPBUN harus memiliki rekomendasi dari Dinas Perikanan Pandeglang.
"Kebijakan dari SPBUN nya seperti itu, tapi Dinas Perikanan sekarang takut mengeluarkan rekomendasi, karena takut disalahgunakan," jelasnya.