Waspada! 5.429 Warga Kota Cilegon Alami Obesitas, Bisa Sebabkan Kematian

Sebanyak 5.429 warga Kota Cilegon mengalami obesitas. Pengidap obesitas bisa menderita penyakit tidak menular hingga menyebabkan kematian.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Freepik
Ilustrasi obesitas. Sebanyak 5.429 warga Kota Cilegon mengalami obesitas. Pengidap obesitas bisa menderita penyakit tidak menular hingga menyebabkan kematian. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Sebanyak 5.429 warga Kota Cilegon mengalami obesitas.

Pengidap obesitas bisa menderita penyakit tidak menular hingga menyebabkan kematian.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari.

"Bahaya obesitas nomor satu penyakit tidak menular itu akan ada di diri kita," ujarnya saat ditemui di kantornya Jumat (28/7/2023).

Baca juga: Sebaran 5.429 Orang Obesitas di Kota Cilegon: Terbanyak di Kecamatan Purwakarta

Dia mengungkapkan, obesitas itu disebabkan karena tidak adanya aktivitas fisik dan intake makanan yang tidak seimbang.

Baik itu karena kurangnya berolahraga, asupan makanan yang tidak seimbang.

Sehingga akibatnya, penyakit tidak menular akan menyerang tubuh.

"Karena tidak pernah berolah raga, makannya tidak seimbang, asupan gizi tidak baik, tidak mau mengelola stress dan tidak mau mengecek kesehatan kita secara berkala," katanya.

Jika dibiarkan, maka berpotensi menimbulkan penyakit.

"Itu bisa menyebabkan penyakit tidak menular, seperti jantung, hipertensi dan penyakit diabetes melitus itu yang paling sering didapatkan di orang dengan obesitas," ujarnya.

Ratih menyebut, apabila obesitas yang dialami seorang pasien dibiarkan hingga menyebabkan menderita penyakit tidak menular berkepanjangan.

Maka hal itu bisa memicu penyebab seseorang pasien obesitas meninggal dunia.

"Semua penyakit kalau dibiarkan tidak dicegah tidak diobati, ya lama-lama bisa menyebabkan kematian," jelasnya.

Diakui Ratih, meski bahaya penyakit tidak menular dapat mengakibatkan kematian.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved