Cerita Warga Kota Serang saat Jahit Bendera Merah Putih 78 Meter: Butuh Waktu Dua Hari Dua Malam

Bendera merah putih sepanjang 78 meter dibentangkan di aree persawahan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-78.

Tayang:
Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Rosid
Desi Purnamasari/TribunBanten.com
Warga Kampung Sukadiri, Kelurahan Kasuyutan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, menggelar upacara bendera memperingati HUT Ke-78 RI di tengah sawah, Kamis (17/8/2023). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Bendera merah putih sepanjang 78 meter dibentangkan di aree persawahan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-78.

Bendera tersebut merupakan hasil jahitan pria asal Kampung Sukadiri, Kelurahan Kasunyutan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Trisna mengatakan, pembuatan bendera merah putih berukuran panjang tersebut dilakukannya sejak tahun 2022 lalu.'

Baca juga: Puluhan Meter Bendera Merah Putih dan Kendaraan Tempur TNI Kelilingi Keraton Surosowan Banten

"Sebenernya ini bukan untuk pertama kalinya, dari tahun lalu udah ngejahit bendera, awal itu panjangnya 50 meter," katanya kepada TribunBanten.com di Kota Serang, Sabtu (19/8/2023).

Pada tahun 2023 ini, Trisna mengaku berinisiatif bersama pemuda-pemudi setempat untuk menambah ukuran panjang bendera tersebut sesuai dengan hari Kemerdekaan RI.

"Jadi tahun ini ditambahin panjanganya dari sebelumnya 50 meter jadi 78 meter, sesuai sama hari Kemerdekaan," katanya.

Dalam proses penjahitannya, pria berusia 39 tahun ini mengaku menghabiskan waktu selama dua hari dua malam untuk menjahit bendera sepanjang 78 meter.

"Dua hari dua malam saya jahit sendiri," katanya.

Warga Kampung Sukadiri, Kelurahan Kasuyutan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, menggelar upacara bendera memperingati HUT Ke-78 RI di tengah sawah, Kamis (17/8/2023).
Warga Kampung Sukadiri, Kelurahan Kasuyutan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, menggelar upacara bendera memperingati HUT Ke-78 RI di tengah sawah, Kamis (17/8/2023). (TribunBanten.com/Desi Purnamasari)

Meski begitu, Trisna mengaku tidak begitu mahir dalam menjahit dan pernah gagal selama proses penjahitan bendera tersebut.

"Engga biasa jahit sebenernya, saya juga sempat gagal pada proses pemotongan awal jadi engga sesuai," katanya.

Dan ia juga mengaku kendala lainnya sering terjadi trouble pada mesin penjahitnya.

Namun, hal tersebut justru tidak mengurungkan niatnya tekadnya untuk dapat menghasilkan bendera merah putih sepanjang 78 meter.

Karena rasa antusiasnya dalam menyambut HUT RI Ke-78. Dan rasa cintanya terhadap tanah air Indonesia.

Baca juga: Bendera Merah Putih Terbesar Terbentang di Pusat Kota Cilegon saat Momen HUT RI ke-78

"Alhamdulillah setelah gagal itu seterusnya lancar, saya semangat karena pemuda dan warga disini juga sangat antusia menyambut HUT RI ini bentuk kecintaan kita kepada Indonesia dan para pahlawan," katanya.

Sedangkan, untuk anggaran yang dihabiskan dirinya mengaku tidak mengetahui pasti karena untuk membuat bendera ini bahannya dibeli secara swadaya dari masyarakat sekitar.

"Kita kan ada uang kas warga, jadi ini dari hasil swadaya masyarakat sekitar," katanya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved