Sejarah Terbentuknya Kabupaten Tangerang dan Asal Usul Nama Tangerang

Simak sejarah terbentuknya Kabupaten Tangeran dan asal usul nama Tangerang yang saat ini bakal memperingati hari jadi ke-391.

Tayang:
Penulis: Abdul Rosid | Editor: Abdul Rosid
Kolase/TribunBanten.com
Sejarah terbentuknya Kabupaten Tangeran dan asal usul nama Tangerang 

TRIBUNBANTEN.COM - Simak sejarah terbentuknya Kabupaten Tangeran dan asal usul nama Tangerang.

Sekadar informasi, Kabupaten Tangerang saat ini akan merayakan hari jadi ke-391.

Perayaan HUT Kabupaten Tangerang ke-391 akan dilaksanakan pada 13 Oktober 2023.

HUT Kabupaten Tangerang ke-391 tahun 2023 mengusung tema "Terus Berjuang, Menuju Gemilang".

Baca juga: Tema dan Link Download Logo HUT Kabupaten Tangerang 2023 ke-391 Format PNG dan JPG

Asal usul nama Tangerang

Dilansir dari buku profil Kabupaten Tangerang 2020, sejarah Kabupaten Tangerang, tidak terlepas dari sejarah Kesultanan Banten yang mengirim 3 (tiga) Maulana yang berpangkat Tumenggung untuk membangun perkampungan pertahanan di wilayah yang berbatasan dengan Batavia.

Ketiga Tumenggung itu adalah, Tumenggung Aria Yudhanegara, Aria Wangsakara, dan Aria Jaya Santika. Mereka membangun basis pertahanan
dan pemerintahan di wilayah yang kini dikenal sebagai Kawasan Tigaraksa yang sekarang menjadi Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Jika merunut kepada legenda rakyat dapat disimpulkan bahwa cikal bakal Kabupaten Tangerang adalah Tigaraksa. Nama Tigaraksa itu sendiri berarti Tiang Tiga atau Tilu Tanglu, sebuah pemberian nama sebagai wujud penghormatan kepada tiga Tumenggung yang menjadi 3 (tiga) pimpinan
ketika itu.

Sejarah terbentuknya Kabupaten Tangeran dan asal usul nama Tangerang
Sejarah terbentuknya Kabupaten Tangeran dan asal usul nama Tangerang (Kolase/TribunBanten.com)

Penyebutan kata Tangerang sendiri berawal dari Seorang putra Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten membangun tugu prasasti di bagian Barat Sungai Cisadane, saat ini diyakini berada di Kampung Gerendeng. Tugu yang dibangun Pangeran Soegri dinamakan sebagai Tangerang, yang dalam bahasa Sunda berarti tanda.

Sebutan ”Tangeran” yang berarti ”tanda” itu lama kelamaan berubah sebutan menjadi Tangerang sebagaimana yang dikenal sekarang ini.

Namun sumber lain dari Paririmbon Ke-Aria-an Parahijang menyebutkan, tahun 1632 masehi, Sultan Banten memberikan perintah kepada tiga bangsawan. Ketiga bangsawan itu masing-masing Raden Aria Maulana Yudha Negara, Raden Aria Jayasentika dan Raden Aria Wangsakara, untuk membuka perkampungan baru di wilayah antara Cisadane dan Cidurian.

Wilayah tersebut belakangan dikenal sebagai wilayah Lengkong Sumedang. Wilayah Lengkong Sumendang di bawah pimpinan Aria Wangsakara inipun berkembang pesat dan memiliki struktur pemerintah sendiri.

Kelak, wilayah Lengkong Sumedang ini dikenal sebagai wilayah Keariaan Tanggeran. Lama kelamaan, Keariaan Tanggeran berubah lafal menjadi Tangerang.

Namun versi legenda masyarakat setempat menuturkan, nama daerah Tangerang berasal dari dua kosa kata bahasa setempat, Tetengger dan Perang.

Tetengger dalam Bahasa setempat berarti lokasi atau tempat, yang berbentuk tugu dari kayu bamboo atau tembok. Perang berarti perang, peperangan, pertempuran. Jadi Tangerang mempunyai arti tugu, batas pertempuran.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved