Cuaca Panas Ekstrem! Hindari Paparan Matahari: Cukup di Rumah dan Tahan Diri untuk Bepergian
BMKG menyebut fenomena suhu panas terjadi di DKI Jakarta dan sekitarnya selama seminggu terakhir.
TRIBUNBANTEN.COM - Cuaca panas ekstrem sedang melanda Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena suhu panas terjadi di DKI Jakarta dan sekitarnya selama seminggu terakhir.
Hal ini, karena minimnya pertumbuhan awan.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Lebak dan Kabupaten Serang Berpotensi Cuaca Ekstrem pada 10 Oktober 2023
Berdasarkan pengamatan BMKG, suhu di sejumlah wilayah Indonesia cukup tinggi.
Bahkan, suhu panas bisa tembus hingga 40 derajat celcius.
Kondisi ini berkenaan dengan hawa panas yang melanda sejumlah kawasan di Indonesia di tengah musim kemarau.
Tidak hanya itu, tren global juga menunjukkan ada peningkatan suhu di berbagai belahan dunia imbas perubahan iklim.
Puncak dari fenomena panas ini terjadi hingga akhir Oktober.
Kemudian perlahan masuk ke musim penghujan.
Melihat situasi panas terik, BMKG mengimbau bagi setiap orang untuk menghindari paparan sinar matahari langsung untuk menghindari risiko kerusakan mata dan kulit.
"Diperlukan tindakan pencegahan ekstra karena kulit dan mata dapat rusak rusak dan terbakar dengan cepat," tulis BMKG, dikutip Selasa.
Pada indeks UV sangat tinggi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk meminimalkan waktu di bawah paparan matahari antara pukul 10.00 pagi hingga pukul 16.00 sore.
"Tetap di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari," tulis BMKG.
Baca juga: Termasuk Banten, Berikut Daftar 7 Wilayah di Indonesia Alami Panas Ekstrem hingga Akhir 2023
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV, pada saat berada di luar ruangan.
Masyarakat juga diimbau untuk mengoleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang, atau berkeringat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/daerah-terpanas-di-Indonesia.jpg)