Begini Modus Mafia Beras di Banten, Terungkap Oknum Ambil Cuan Hampir Dua Kali Lipat

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengungkap modus mafia beras di Provinsi Banten.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengungkap modus mafia beras di Provinsi Banten. Menurut dia, ada pihak yang mencoba bermain dengan stok beras di gudang Bulog. 

TRIBUNBANTEN.COM - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengungkap modus mafia beras di Provinsi Banten.

Menurut dia, ada pihak yang mencoba bermain dengan stok beras di gudang Bulog.

"Salah satu modus membeli beras murah dari Bulog. Kemudian menjual harga mahal. Padahal, peruntukan beras ini untuk masyarakat yang membutuhkan," kata dia.

Baca juga: Dibuka Loker Wilmar Group Penempatan Serang Banten, Lulusan D3-S1 Segera Daftar, Berikut Syaratnya

Buwas menjelaskan beras yang disalurkan oleh Bulog adalah beras premium. Beras yang disalurkan bentuk curah untuk mempercepat terdistribusinya beras itu kepada masyarakat.

Namun, kata dia, mafia beras menjual beras Bulog itu ke pedagang untuk mendapatkan keuntungan.

"Yang lalu itu, mereka itu membeli dari Bulog itu Rp8.300 (dengan biaya angkut gudang), mereka jual langsung Rp12.000 sampai Rp13.000 dengan diganti karungnya dan dampaknya jelas banyak negatifnya," kata dia.

Praktik ini lazim terjadi di berbagai daerah, tetapi terungkap salah satunya di Banten.

Buwas pun memberi penghargaan kepada Polda Banten karena berhasil mengungkap kasus ini.

"Ini terjadi bukan hanya di Banten, tapi begitu terungkap di Banten, maka di wilayah lain mulai mereda. Bukan berarti tidak mungkin timbul kembali, karena sekarang ini beras sedang mahal," katanya.

Saat ini Bulog sedang melakukan operasi pangan melalui Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan dari pemerintah kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

"Beras premium sampai ada 17-18 ribu, bahkan satu daerah sampai 21 ribu. Nah, ini kalau tidak disikapi dengan operasi pasar yang dari sudut komersial, ini pasti akan terus (naik)," kata dia.

Pernyataan itu disampaikan saat memberikan penghargaan kepada
Kapolda Banten Irjen Pol. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, atas prestasinya mengungkap kasus mafia beras.

Rudy mengungkap kasus mafia beras dalam penyaluran beras Stabilisasi Patokan Harga Pangan (SPHP) dan asu aktual perberasan Indonesia.

Pemberian penghargaan itu diberikan di Ruang Rapat Besar Lantai 2 Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Rabu (18/10/2023).

Irjen Pol. Rudy Heriyanto menyebut penghargaan yang diberikan Bulog sebagai penyemangat bagi anggota Polda Banten, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus, agar lebih bernyali dan berani lagi mengungkap kasus mafia beras.

Baca juga: Parkir Liar Bikin Jalanan di Ibu Kota Provinsi Banten Semrawut

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved