Ada Serang, Lebak hingga Pandeglang, Ini 5 Daerah di Banten dengan Angka Harapan Hidup yang Singkat

Berikut ini adalah lima (5) kabupaten/kota di Provinsi Banten memiliki umur harapan hidup yang singkat.

Editor: Ahmad Haris
Kolase TribunBanten.com/Instagram
Ilustrasi daerah di wilayah Banten. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Simak baik-baik daftar lima (5) kabupaten/kota di Provinsi Banten memiliki umur harapan hidup yang singkat.

Untuk diketahui, umur harapan hidup adalah rata-rata waktu hidup yang tersisa atau batas umur seseorang.

Umur harapan hidup ini berkaitan dengan kualitas hidup di daerah, mulai dari fasilitas kesehatan hingga kemiskinan.

Baca juga: WH Paling Kaya, Ini Daftar Harta Kekayaan Para Bakal Calon Gubernur Banten 2024

Berdasarkan data Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, umur harapan hidup lima daerah di Banten rata-rata di bawah 70 tahun.

Kelima daerah itu yakni, Kabupaten Pandeglang memiliki umur harapan hidup 65,20 tahun.

Kabupaten Lebak 67,74 tahun, Kabupaten Serang 65,18 tahun, Kota Cilegon 67,02 tahun dan Kota Serang 68,54 tahun.

Statistik Madya BPS Banten, Awang Pramila mengatakan, angka harapan hidup ini berkaitan dengan angka kematian bayi, fasilitas kesehatan, dan kemiskinan.

Ia menyebut, jika angka kematian bayi tinggi angka harapan hidupnya cenderung rendah. 

"Untuk persalinan, gizi serta kemudahan mencapai fasilitas kesehatan tersebut mungkin perlu biaya," katanya, kepada TribunBanten.com melalui sambungan telepon, Sabtu (18/11/2023).

Sedangkan untuk daerah yang masyarakatnya diperkirakan memiliki umur panjang, yakni, tersebar di Tangerang Raya.

Mulai dari Kabupaten Tangerang memiliki umur harapan hidup 70,28 tahun. Selanjutnya Kota Tangerang Selatan, 72,28 tahun dan Kota Tangerang 71,92 tahun.

Menurut Awang, angka itu menunjukkan, bahwa kualitas hidup masyarakat di Tangerang Raya sedikit lebih baik sehingga memiliki rata-rata umur diangka 70 tahun.

Baca juga: Cilegon Paling Tinggi, Inilah Rincian UMK 8 Kota/Kabupaten di Provinsi Banten Jika Naik 15 Persen

"Kalau kota (Tangerang Raya) mungkin relatif lebih tinggi, karena untuk mencapai fasilitas kesehatan lebih mudah dan keuangan pemerintah daerahnya lebih bisa mensupport warganya untuk bisa menikmati jasa layanan di rumah sakit," ujarnya.

Kendatni demikian, Awang menilai angka tersebut kemungkinan berubah sebab data BPS yang dirilis tahun 2022 tersebut hasil sensus penduduk tahun 2010.

"Kenapa angkanya berubah, kan sekarang pelayanan kesehatannya juga berubah."

"Nanti akhir tahun ini akan ada rilis lagi tentang umur harapan hidup itu," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved