Pemkab Pidie Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat Soal Penanganan Pengusngsi Rohingya

Pemerintah Kabupaten Pidie, Aceh saat ini tengah menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait penanganan pengungsi Rohingya.

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Kompas TV
Pemerintah Kabupaten Pidie, Aceh saat ini tengah menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait penanganan pengungsi Rohingya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah Kabupaten Pidie, Aceh saat ini tengah menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait penanganan pengungsi Rohingya.

Pj Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto mengatakan, pengungsi Rohingya telah memasuki wilayah Aceh belakangan ini.

Meski begitu, sampai saat ini pemerintah pusat belum memberikan kepastian tentang kebijakan pengungsi Rohingya.

"Pemerintah daerah sedang menunggu kebijakan pemerintah pusat karena sudah beberapa kali meeting melalui Zoom. Namun, belum ada kepastian," kata Wahyudi Adisiswanto dikutip dari Kompas TV, Rabu (22/11/2023).

Baca juga: Tak Ada Air Bersih dan Penampungan Penuh Sesak, Para Pengungsi di Gaza Mulai Terjangkit Penyakit!

Wahyudi menyebut, saat ini terdapat sekitar 220 pengungsi Rohingya di Pidie yang mendarat dalam gelombang ketiga.

Para pengungsi masih ditempatkan di kawasan pantai dengan didirkan tenda.

Wahyudi menyampaikan bahwa tenda pengungsian didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie.

Sedangkan konsumsi untuk para pengngsi disediakan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).

Baca juga: Capres Anies Baswedan Kritik IKN Bikinan Jokowi, Jubir Sebut IKN Memang Cacat Logika!

"Sembari menunggu jawaban dari pusat, imigran Rohingya tetap di sana dan telah kita pindahkan ke pinggir laut, tempat bekas lokasi gudang ikan," kata Wahyudi sebagaimana dikutip Antara.

Pemkab Pidie disebutnya akan menolak jika pengungsi Rohingya kembali mendarat di wilayah tersebut. Pasalnya, Wahyudi mengkhwatirkan tindak pidana perdagangan manusia.

Wahyudi pun berharap jajaran TNI AL dan Polairud memperketat jalur laut sehingga pengungsi Rohingya tidak bebas keluar-masuk Aceh. "Ke depannya kita menolak kedatangan Rohingya, kita kembalikan ke laut karena kemungkinan di laut ada kapal induknya," kata Wahyudi.

Ratusan pengungsi Rohingya diketahui mendarat di Aceh dalam enam gelombang selama dua pekan terakhir. Tiga kapal pengungsi mendarat di Pidie, satu di Bireuen, satu di Aceh Timur, dan satu di Sabang.

Pada Selasa (14/11), sekitar 200 pengungsi mendarat di pantai Gampong Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie. Kemudian pada Rabu (15/1), sebanyak 147 pengungs mendarat di pantai Beurandeh Kecamatan Batee Kabupaten Pidie.

Pada Minggu (19/11), pengungsi Rohingya mendarat di dua lokasi berbeda, yakni 220 orang di pantai Beurandeh Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie dan sebanyak 249 orang di wilayah Lapang Barat Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.

Pada hari yang sama, sebanyak 36 pengungsi Rohingya ditemukan dalam sebuah truk di Kabupaten Aceh Timur dan diamankan.

Sedangkan pada Rabu (22/11), sebanyak 219 pengungsi Rohingya kembali mendarat di Aceh.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved