Kunci Jawaban
Meurah Silu atau Sultan Malik Al-Saleh, Pendiri dan Raja Pertama Samudra Pasai
Meurah Silu memeluk Islam berkat pertemuannya dengan Syekh Ismail dari Mekah. Setelah masuk Islam, Meurah Silu bergelar Sultan Malik al-Saleh.
Penulis: Vega Dhini | Editor: Vega Dhini
TRIBUNBANTEN.COM - Simak pembahasan mengenai tokoh bernama Meurah Silu.
Pembahasan mengenai Meurah Silu terdapat dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X Kurikulum Merdeka halaman 143.
Dalam Penilaian Pengetahuan soal pilihan ganda nomor 4, terdapat pertanyaan mengenai Meurah Silu yang memeluk Islam berkat pertemuannya dengan Syekh Ismail dari Mekah.
Simak pembahasan mengenai Meurah Silu berikut ini.
Baca juga: Teori Persia oleh Prof Dr Husein Djajadiningrat
Sultan Malik al-Saleh (1267 – 1297 M)
Meurah Silu atau Sultan Malik al-Saleh merupakan pendiri dan raja pertama Samudra Pasai (berdiri pada tahun 1267 M).
Meurah Silu memeluk Islam berkat pertemuannya dengan Syekh Ismail dari Mekah.
Setelah masuk Islam, Meurah Silu bergelar Sultan Malik al-Saleh, dan berkuasa selama 29 tahun.
Kesultanan Samudra Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Peurlak dan Kerajaan Pase.
Sultan Malik al-Saleh merupakan tokoh penyebar Islam di Nusantara dan Asia Tenggara.
Hal ini disebabkan oleh kuatnya pengaruh kekuasaan Samudra Pasai di bawah kepemimpinan Sultan Malik al-Saleh.
Baca juga: Tujuan Dakwah Islamiyah Merujuk kepada QS An-Nur/24: 55
Semasa berkuasa, sempat menerima kunjungan dari Marco Polo.
Dan menurut catatan Marco Polo, Sultan Malik al-Saleh merupakan raja yang kaya dan kuat pengaruhnya.
Beliau wafat pada tahun 1297 M, dan kepemimpinan Samudra Pasai digantikan oleh Sultan Muhammad Malik al-Zahir (1297-1326 M).
Sultan Malik al-Saleh dimakamkan di desa Beuringin Kecamatan Samudra, kira-kira 17 km sebelah timur Lhokseumawe.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Sultan-Malik-al-Saleh.jpg)