Jokowi Bela Prabowo soal Data Pertahanan: Harus Dirahasiakan, Nggak Bisa Dibuka Kayak Toko Kelontong

Presiden Joko Widodo mengatakan data pertahanan negara memang ada yang bisa disampaikan secara terbuka.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
foto: Agus Suparto/IST
Pertemuan Menhan Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi di Istana Yogyakarta, Rabu (1/1/2020) 

TRIBUNBANTEN.COM - Presiden Joko Widodo mengatakan data pertahanan negara memang ada yang bisa disampaikan secara terbuka.

Tapi, Jokowi menegaskan data pertahanan ada lebih banyak yang harus dirahasiakan karena menyangkut strategi besar negara.

Demikian Presiden Jokowi merespons debat ketiga Pilpres 2024, Senin (8/1/2024).

Baca juga: CEK FAKTA: Sepeda Hadiah dari Presiden Jokowi untuk Warga Serang Seharga Mobil, Benarkah?

“Yang berkaitan dengan pertahanan, yang berkaitan dengan keamanan negara, yang berkaitan dengan alutsista itu ada yang bisa terbuka,” kata Jokowi.

“Tapi banyak yang memang harus kita rahasiakan, karena ini menyangkut strategi besar negara. Nggak bisa semua dibuka kayak toko kelontong, nggak bisa.”

Dalam keterangannya, Jokowi kemudian merespons debat ketiga pilpres yang menurutnya tidak memperlihatkan substansi dari visinya.

“Saya melihat substansi dari visinya malah tidak keliatan, yang keliatan justru saling menyerang yang sebetulnya nggak apa-apa asal kebijakan, asal policy, asal visi nggak apa-apa,” ucap Jokowi.

“Tapi kalau sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungan dengan konteks debat tadi malam mengenai hubungan internasional, mengenai geopolitik, mengenai pertahanan dll, saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton.”

Atas penilaian tersebut, Jokowi kemudian meyakini debat ketiga Pilpres 2024 menuai kekecewaan publik.

“Saya kira akan banyak yang kecewa,” ujar Jokowi.

Jokowi lebih lanjut berharap debat Pilpres 2024 dapat diformat lebih baik lagi untuk memberikan edukasi kepada publik sebelum melakukan pilihan di bilik suara.

“Debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang nggak apa-apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira nggak baik dan nggak mengedukasi,” kata Jokowi.

Tulisan ini sudah tayang di Kompas.tv berjudul Jokowi soal Data Pertahanan: Ini Menyangkut Strategi, Nggak Bisa Dibuka Kayak Toko Kelontong

Jokowi on Defense Data: This Concerns Strategy, Can't Be Opened Like a Grocery Store

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved