BMKG: Waspada Potensi Puting Beliung pada Maret-April 2024

BMKG) meminta masyarakat waspada terhadap potensi puting beliung pada Maret hingga April 2024

Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews.com/Istimewa
ILUSTRASI Angin puting beliung 

TRIBUNBANTEN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat waspada terhadap potensi puting beliung pada Maret hingga April 2024

Hal itu diungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

“Kemungkinan untuk terjadi puting beliung ini masih terjadi selama Maret. Maret-April lah pancaroba. Jadi itu yang harus diwaspadai. Angin tidak harus memutar, tetapi angin kencang pun juga bisa terjadi,” kata Dwikorita.

Baca juga: Mulai Rabu 28 Februari 2024, KPU Mulai Rekapitulasi Suara Nasional

Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

Dwikorita juga mengingatkan, angin kencang seperti yang terjadi di Jawa Barat beberapa waktu lalu mungkin juga akan terjadi di wilayah lain di Indonesia, dengan kecepatan yang meningkat dan durasi yang lebih lama.

“Yang kemarin itu kecepatan rata-ratanya belum capai 100 km per jam. Ya masih jauh, itu rata-ratanya masih sekitar 65 km per jam. Nah kalau tornado itu kecepatan minimum 100 km per jam. Namun tidak menutup kemungkinan bisa meningkat ya. Cuma Alhamdulillah kemarin sudah berhenti 4 menit ya,” katanya.

Meskipun begitu, Dwikorita menekankan bahwa situasi tersebut bisa berubah, namun dia menyampaikan rasa syukurnya bahwa kejadian sebelumnya telah berhenti setelah 4 menit.

Menurut Dwikorita, kejadian angin kencang di Jawa Barat beberapa hari lalu dapat dikategorikan sebagai puting beliung atau mini tornado.

Penyebab dari angin kencang ini adalah awan hitam yang berkumpul di langit.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Dwikorita mendorong masyarakat untuk segera mencari perlindungan di dalam bangunan yang kokoh ketika melihat awan hitam gelap dan merasakan angin kencang.

“Sehingga kalau kita melihat itu kok awannya sudah gelap ini sebaiknya kita mencari perlindungan. Paling aman ya di dalam bangunan yang kokoh. Jangan di bawah pohon. Karena juga akan terjadi, antar-awan itu kan juga bisa terjadi kilat petir ya. Nah kalau di bawah pohon kan bisa kita terkena. Jadi lebih baik berlindung di tempat yang aman di dalam rumah, di dalam gedung yang kokoh,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (27/2).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved