Banjir Kabupaten Serang: Akses Menuju Desa Parakan Putus, Warga Terisolir

Bencana banjir di wilayah Kabupaten Serang, Banten membuat akses menuju Desa Parakan terisolir.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Bencana banjir di wilayah Kabupaten Serang, Banten membuat akses menuju Desa Parakan terisolir. Meskipun warga terisolir, namun petugas sudah memberikan bantuan kepada warga. 

TRIBUNBANTEN.COM - Bencana banjir di wilayah Kabupaten Serang, Banten membuat akses menuju Desa Parakan terisolir.

Meskipun warga terisolir, namun petugas sudah memberikan bantuan kepada warga.

Aparat Polres Serang membagikan sembako kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Jawilan.

Desa Parakan yang terisolir akibat jalan terputus pun tak luput dari perhatian.

Baca juga: Intensitas Hujan Tinggi, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kabupaten Serang

Kapolres Serang AKBP Candra Sasongko bersama pihak TNI menaiki perahu karet untuk mengantarkan sembako ke wilayah tersebut.

"Alhamdulillah bantuan sembako sudah ada di tangan warga," ujar dia.

Candra meminta anak buahnya di kepolisian untuk terus berkoordinasi dengan pihak RT dan RW di masingmasing wilayah.

"Kemudian warga harus terus waspada adanya potensi banjir susulan karena saat ini masih musim hujan," pungkasnya.

Bencana Banjir

Ratusan rumah di Kabupaten Serang, Banten, Terendam banjir, pada Sabtu 4 Mei 2024.

Ratusan rumah yang terendam banjir tersebut terletak di Kecamatan Kopo, Kecamatan Jawilan dan Kecamatan Cikande.

Banjir yang disebabkan oleh intensitas hujan tinggi dan luapan Sungai Cibeureum itu membuat akses jalan di Kecamatan Jawilan terputus akibat banjir.

Baca juga: Dilanda Cuaca Ekstrem, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Lebak Alami Tanah Longsor hingga Banjir!

Wakil Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Serang Joni Efendi mengatakan, ada 653 rumah yang terendam banjir.

"Di Kecamatan Kopo 463 rumah, Jawilan 29 rumah dan di Cikande 156 rumah," kata Joni, Minggu (5/5/2024).

Joni menjelaskan ketinggian air bervariatif mulai dari 20 cm sampai 1 meter. Kendati demikian, air yang menggenang ratusan rumah warga tersebut telah surut.

"Udah surut, tinggal genangan doang. Tapi kalau ada hujan lagi, air pasti naik kembali," ujar dia.

Joni mengungkapkan, warga yang tadinya mengungsi kini sudah pulang ke rumah masing-masing.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved