Eksotis, Alami dan Memimat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Selama ini Banten dikenal sebagai wilayah penyangga ibu kota dengan kawasan industri dan pelabuhan besar.

Editor: Abdul Rosid
excitingbanten
Sebuah kapal yang tengah menepi di Pulang Peucang, Pandeglang, Banten. Pulang Peucang merupakan sebuah pulau yang masih berada dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang, Banten 

Penulis: Kartini Mega Dzikrullah
Mahasiswi Pascasarjana Fakultas Sekolah Pascasarjana, Prodi Magister Pariwisata Universitas Padjadjaran (Unpad)

TRIBUNBANTEN.COM - Selama ini Banten dikenal sebagai wilayah penyangga ibu kota dengan kawasan industri dan pelabuhan besar. Namun di balik itu, Banten menyimpan pesona alam luar biasa yang belum banyak tersentuh wisatawan. Mulai dari hutan tropis, pantai eksotis, hingga kawasan konservasi yang masih alami semuanya menjadikan Banten sebagai surga tersembunyi bagi pecinta ekowisata. Adapun beberapa ekowisata Banten yang memikat dan jarang orang tahu yakni :

  1. Pulau Peucang

Pulau Peucang adalah surga kecil yang menawarkan keindahan laut dan darat secara bersamaan. Pulau ini terkenal dengan pasir putihnya yang halus dan air laut yang jernih kebiruan, menjadikannya salah satu spot snorkeling terbaik di Banten.

Terumbu karang yang masih terjaga menjadi rumah bagi berbagai biota laut yang eksotis. Namun, daya tarik utamanya bukan hanya pada keindahan visual, melainkan pada pengalaman hidup berdampingan dengan alam. Rusa-rusa liar sering terlihat berjalan bebas di sekitar penginapan, menciptakan suasana alami yang sulit ditemukan di tempat lain. 

Pulau Peucang berada Taman Nasional Ujung Kulon, dikelilingi lautan biru kehijauan, bening dan tenang.
Pulau Peucang berada Taman Nasional Ujung Kulon, dikelilingi lautan biru kehijauan, bening dan tenang. (Kolase TribunBanten.com/Instagram @ujungkulon_adventure)

Para wisatawan belajar bahwa alam bukan sekadar objek wisata, tetapi ruang hidup yang harus dihormati. Pengelolaan wisata di Pulau Peucang juga dibatasi agar tidak merusak ekosistem, menjadikannya contoh ekowisata bahari yang ideal.

2. Pulau Handeuleum 

Pulau Handeuleum menawarkan pengalaman ekowisata yang lebih eksploratif dan edukatif. Berbeda dengan Pulau Peucang yang berfokus pada wisata pantai, Handeuleum dikenal dengan ekosistem sungai dan hutan mangrovenya. 

Aktivitas utama di sini adalah menyusuri sungai menggunakan kano, di mana wisatawan dapat mengamati kehidupan liar secara langsung mulai dari burung langka, monyet ekor panjang, hingga jejak banteng liar. 

Ilustrasi - Pulau Handeuleum menawarkan pengalaman ekowisata yang lebih eksploratif dan edukatif.
Ilustrasi - Pulau Handeuleum menawarkan pengalaman ekowisata yang lebih eksploratif dan edukatif. (TribunBanten.com)

Suasana yang tenang dan minim gangguan manusia membuat pengalaman ini terasa sangat autentik. Ekowisata di Pulau Handeuleum menekankan pada interaksi pasif dengan alam, artinya wisatawan hanya mengamati tanpa mengganggu. Hal ini memberikan kesadaran bahwa manusia hanyalah bagian kecil dari ekosistem yang lebih besar.

3. Gunung Karang

Gunung Karang adalah destinasi ekowisata pegunungan yang masih sangat alami dan belum banyak tersentuh wisata massal.

Gunung ini memiliki jalur pendakian yang relatif menantang dengan hutan yang masih asri dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Banyak pendaki datang bukan hanya untuk mencapai puncak, tetapi untuk menikmati perjalanan yang penuh dengan keindahan alam. Kabut tipis, suara burung, serta udara yang sejuk menciptakan suasana yang menenangkan. 

Potret Gunung Karang dari kejauhan. Gunung Karang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Banten.
Potret Gunung Karang dari kejauhan. Gunung Karang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Banten. (TribunBanten.com/Ahmad Haris)

Ekowisata di Gunung Karang menekankan pada petualangan yang bertanggung jawab, di mana pendaki diharapkan menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan. Tempat ini telah menjadi tempat ideal bagi mereka yang ingin detoks dari kehidupan kota.

4. Curug Putri Tahura 

Curug Putri Tahura adalah air terjun tersembunyi yang menawarkan ketenangan dan keasrian alam. Terletak di kawasan hutan konservasi, curug ini dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rindang dan udara yang sangat segar. 

Curug Putri di Jl. Raya Carita, Sukarame, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Curug Putri di Jl. Raya Carita, Sukarame, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. (Dokumentasi Pengunjung Zamri Zen)
Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved