Firasat Anak Korban Pesawat Jatuh di BSD Tangsel: Ada Embusan Angin

Mayor Purn Suwanda menjadi salah satu korban pesawat jatuh di BSD Tangerang Selatan, Banten pada Minggu (19/5/2024) sekitar pukul 14.09 WIB.

Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Pesawat jatuh 

TRIBUNBANTEN.COM - Mayor Purn Suwanda menjadi salah satu korban pesawat jatuh di BSD Tangerang Selatan, Banten pada Minggu (19/5/2024) sekitar pukul 14.09 WIB.

Pesawat ringan yang ditumpangi Suwanda jatuh di Kawasan Lapangan Sunburst, BSD, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, Banten

Kecelakaan ini menewaskan tiga orang, yaitu pilot Pulung Darmawan, co-pilot Suwanda dan mekanik Farid Ahmad.

Jenazah Suwanda pun dibawa ke Cirebon untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kampung Karang Malang, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Anak Mayor Purn Suwanda, Eka Adiputra Wahyu Andayanto mempunyai firasat yang dirasakan sebelum menerima kabar duka ayahnya menjadi korban kecelakaan pesawat.

Dalam pernyataannya, Eka, menceritakan saat peristiwa kejadian yang membuatnya merasa ada sesuatu yang tidak beres.

"Firasat kayaknya ada mungkin."

"Nah waktu kaya itu (siang) kaya gini ga ada angin ga ada apa kan. Tiba-tiba ada embusan angin satu kali aja, kenceng. Kemarin, jam 12.00 WIB," ujar Eka, saat diwawancarai selepas proses pemakaman ayahnya di Kampung Karang Malang, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Senin (20/5/2024).

Baca juga: Ini Sosok Kopilot Pesawat yang Jatuh di BSD Tangsel di Mata Sang Anak

Eka melanjutkan, bahwa ia akhirnya mendapatkan informasi ayahnya menjadi korban kecelakaan pesawat secara tiba-tiba.

"Terus waktu pulang, ya itu, tiba-tiba (dapat kabar) udah nggak ada," ucapnya.

Pengalaman ini dirasakan Eka pada siang hari sebelum dia menerima kabar bahwa ayahnya telah menjadi korban kecelakaan pesawat.

Sebelumnya, Eka juga mengungkapkan hal bahwa ayahnya dikenal sebagai sosok yang tegas, baik, dan disiplin oleh keluarganya.

"Papa orangnya tegas, baik dan disiplin," ujar Eka, mengenang ayahnya.

Eka menceritakan, bahwa dirinya mendengar kabar musibah yang menimpa ayahnya pada pukul 14.43, pada Minggu (19/5/2024).

Sebelum itu, satu menit sebelum kejadian, Eka sempat menelepon ayahnya untuk menginformasikan mengenai sebuah acara yang akan diadakan di Tanjung Lesung pada tanggal 21 Mei 2024.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved