Perburuan Badak Ujung Kulon
Fakta Baru Perburuan di Ujung Kulon Banten, 26 Badak Jawa Mati Dibantai Dua Kelompok
Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim mengungkap fakta baru perburuan di Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim mengungkap fakta baru perburuan badak di Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Abdul Karim mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, diketahui ada 26 Badak Jawa yang mati diburu untuk diambil culanya.
"Dari hasil pemeriksaan, termasuk kita lakukan pengecekan TKP total badak ada 26 (Yang mati)," kata Karim di Polda Banten, Kamis (30/5/2024).
Baca juga: Begini Cara Suhendi Cs Bantai 6 Badak Jawa di Ujung Kulon, Culanya Dijual Ratusan Juta Rupiah
Menurut Karim, ke-26 Badak Jawa tersebut diburu oleh 13 orang dari dua kelompok Sunendi dan Suhar.
Kedua kelompok tersebut telah diamankan di Polda Banten.
"Kemarin bekerjasama dengan TNUK ada 6 yang diamankan lagi," ungkap Karim.
Selain mengamankan para pelaku perburuan, polisi juga mengamankan 2 orang penadah yang melakukan pembelian dan penjualan cula Badak Jawa.
"Jaringan Suhar ada 5 orang dan jaringan Suhendi itu ada 8 orang, totalnya 13 orang sama yang 480 (penadah) orang cina dua orang," ungkapnya.
Karim menyebut, Cula Badak yang dibeli oleh penadah tersebut dijual ke pasar gelap di Tiongkok.
"Yang di Tiongkok ini belum kita amankan," jelasnya.
Baca juga: Modus Pemburu Badak Ujung Kulon, Culanya Dijual Ratusan Juta
Kendati ada 26 Badak Jawa yang mati diburu, namun Karim belum dapat memastikan kebenarannya.
Sebab kata dia, jumlah tersebut hanya sebatas pengakuan dari tersangka.
"Jumlahnya bisa lebih bisa berkurang, karena belum kita temukan fakta di lapangan, itu hanya sebatas pengakuan dari pelaku," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Kapolda-Banten-Abdul-Karim-1.jpg)