Pegon, Sapi Kurban Presiden Jokowi untuk Warga Banten: Ini Ciri-ciri hingga Penampakannya

Berikut ini penampakan pegon. Pegon adalah jenis sapi yang diberikan Presiden Joko Widodo untuk warga Banten.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Berikut ini penampakan pegon. Pegon adalah jenis sapi yang diberikan Presiden Joko Widodo untuk warga Banten. 

TRIBUNBANTEN.COM - Berikut ini penampakan pegon.

Pegon adalah jenis sapi yang diberikan Presiden Joko Widodo untuk warga Banten.

Dua sapi pegon diberikan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Sapi pegon merupakan salah satu nama ternak sapi pedaging yang merupakan persilangan antara sapi simental atau sapi limousin dengan sapi Jawa.

Baca juga: Jokowi Berikan Dua Sapi Kurban Berbobot 1.000 Kilogram Lebih ke Masyarakat Banten

Sapi pegon memiliki ciri dominasi cokelat tua, cingur hitam, gelambir dari rahang bawah sampai dada dan warna putih pada kaki bagian bawah

Sapi tersebut rencananya akan diserahkan oleh Pj Gubernur Banten Al Muktabar ke pengurus DKM Masjid Raya Al Bantani di Kecamatan Curug, Kota Serang.

"Sapi dari Pak Presiden sudah datang kemarin. Tapi untuk serah terimanya besok oleh Pak Pj Gubernur," kata Ketua DKM Masjid Raya Al Bantani, Deni Hermawan kepada TribunBanten.com melalui sambungan telepon, Minggu (16/6/2024).

Sedangkan satu ekor sapi dengan bobot 1000 kilogram sudah diserahkan ke pengurus Masjid Al Habib, Komplek Setneg, Kelapa Dua, kabupaten Tangerang.

Menurut Deni, sapi yang diterima dari Presiden Jokowi untuk Masjid Raya Al Bantani memiliki bobot 1.130 kilogram yang dibeli dari Abdul Rosyid warga Kota Tangerang.

"Jenis sapi nya pegon usia 4 tahun. Besok akan disembelih," ujar Deni.

Sementara Kabid Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Distan Banten Ari Mardiana memastikan sapi yang diberikan Jokowi dalam kondisi sehat.

"Sapi yang diberikan sehat dan layak untuk dikonsumsi," ungkapnya.

Ari menceritakan, sebelum diserahkan ke masyarakat Masjid Raya Al Bantani dan Masjid Al Habib sapi tersebut menjalani pemeriksaan ante mortem dengan mengambil 3 ekor sapi dari 3 peternak lokal di Tangerang.

"Namun hasil kordinasi dengan tim pendamping dan Direktorat Pembibitan dan Produksi Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dan Sekretariat Negara dipilih 2 ekor sapi yang sehat," pungkasnya.

TRIBUNBANTEN.COM -

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved