Nasib Ronaldo di Euro 2024: Miskin Gol hingga Terancam Sanksi UEFA

Cristiano Ronaldo malah terancam sanksi dari UEFA di saat masih belum berhasil mencetak gol di Euro 2024.

Editor: Abdul Rosid
Kolase foto Kirill KUDRYAVTSEV/AFP/Capture Video
Cristiano Ronaldo malah terancam sanksi dari UEFA di saat masih belum berhasil mencetak gol di Euro 2024. 

TRIBUNBANTEN.COM - Cristiano Ronaldo saat ini tengah menjalani debutnya, bersama Timnas Portugal di Euro 2024.

Selama tampil bersama Timnas Portugal di Euro 2024, Ronaldo belum mencatatkan namanya di papan skor.

Tak hanya itu, pemain yang saat ini membela klub Liga Arab Saudi, Al Nassr ini terancam terkena sanksi UEFA.

Diketahui, saat ini Ronaldo sudah menginjak 39 tahun. Meski berumur, ia masih menjadi andalan di skuad Timnas Portugal.

Baca juga: Jadwal Seri A 2024-2025: Como 1907 Langsung Ditantang Juventus pada Pekan Pertama

Meski belum mencetak gol sejauh ini, Ronaldo tetap dipercaya mengawal lini depan Timnas Portugal.

Ronaldo juga berhasil membawa Selecao das Quinas lolos ke babak perempat final.

Keberhasilan itu didapatkan setelah Timnas Portugal mengalahkan Slovenia pada babak 16 besar dalam babak adu penalti.

Timnas Portugal sempat bermain imbang 0-0 sepanjang waktu normal dan babak tambahan waktu.

Cristiano Ronaldo malah terancam sanksi dari UEFA di saat masih belum berhasil mencetak gol di Euro 2024.
Cristiano Ronaldo malah terancam sanksi dari UEFA di saat masih belum berhasil mencetak gol di Euro 2024. (Kolase Tribun Banten/Ist/Net)

Baru kemudian pada babak adu penalti, Timnas Portugal menang dengan skor 3-0.

Di tengah-tengah tugas negara bersama Timnas Portugal, Ronaldo malah mendapatkan kabar kurang menyenangkan.

Dilansir BolaSport.com dari Sportbible.com, CR7 terancam akan terkena sanksi dari UEFA.

Bukan karena melakukan tindakan tidak pantas atau pelanggaran keras, melainkan karena aktivitas pemasaran produk ilegal.

Ronaldo dikabarkan menggunakan produk dari perusahaan kebugaran bernama WHOOP saat pertandingan melawan Slovenia.

Alat tersebut berfungsi untuk mengukur detak jantung dan performa atletik sepanjang pertandingan.

Aktivitas itu diketahui pertama kali oleh mantan kepala bagian pemasaran global Visa dan Coca-Cola, Ricardo Fort.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved