Ini Penjelasan BMKG Soal Cuaca Dingin di Daerah Banten saat Malam dan Pagi Hari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan soal cuaca dingin yang saat ini melanda Provinsi Banten akhir-akhir ini.

Penulis: Abdul Rosid | Editor: Abdul Rosid
Freepik
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan soal cuaca dingin yang saat ini melanda Provinsi Banten akhir-akhir ini. 

TRIBUNBANTEN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan soal cuaca dingin yang saat ini melanda Provinsi Banten akhir-akhir ini.

Sekadar informasi, sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Banten mengalami penurunan suhu udara atau cuaca dingin saat malam dan pagi hari.

Menurut BMKG, penurunan suhu udara atau cuaca dingin di wilayah Banten karena fenomena aphelion.

Baca juga: Kemendikbud Resmi Hapus Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di Semua SMA, Ini Alasannya

Mengenal Fenomena Aphelion

Bumi mengalami beberapa fenomena unik di waktu-waktu tertentu bahkan setiap tahun. Salah satunya adalah Fenomena Aphelion ini.

Bersumber dari situs BMKG, Fenomena Aphelion rutin terjadi setiap bulan Juli di Indonesia.

Fenomena astronomis ini membuat posisi matahari menjadi lebih jauh dari bumi dibandingkan biasanya.

Jarak terdekat Bumi dengan Matahari saat bulan Januari yakni 142,1 juta km.

Fenomena ini disebut dengan perihelion. Sedangkan saat aphelion, Bumi dan Matahari akan berada di titik terjauhnya yakni 152,1 juta km.

Meskipun lebih jauh, nyatanya fenomena aphelion ini tidak terlalu banyak memberikan efek pada kondisi cuaca di Bumi, khususnya di Indonesia.

Penyebab udara dingin akhir-akhir ini

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa suhu dingin sepekan ini terjadi akibat perubahan musim ke musim kemarau.

Pada periode ini angin bergerak dari arah timur-tenggara yang berasal dari Benua Australia.

Pada bulan Juli, negara tetangga kita, Australia, sedang mengalami musim dingin.

Masa udara yang bergerak dari Australia menuju Indonesia relatif tinggi atau disebut dengan monsoon dingin Australia.

Udara ini kemudian melewati perairan Samudra Indonesia yang memiliki suhu yang dingin.

Hal ini menyebabkan udara yang berhembus di beberapa wilayah di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi lebih dingin.

Berkurangnya hujan dan awan juga menyebabkan suhu di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara menjadi turun.

Mengapa hujan dan awan membuat suhu lebih hangat? Ketika tidak ada awan dan hujan, tidak ada uap dan air yang menyimpan energi radiasi yang dilepaskan Bumi.

Selain itu, awan juga berfungsi memantulkan energi radiasi ini sehingga suhu menjadi hangat.

Ketika tidak ada awan, energi radiasi akan langsung dilepas ke atmosfer yang mengakibatkan udara lebih dingin.

Itulah mengapa saat memasuki musim kemarau, justru di beberapa tempat di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mengalami penurunan suhu.

Bahkan di Dieng, dan beberapa dataran tinggi lainnya, suhu bisa turun di bawah 10 derajat Celcius hingga terjadi embun es.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved