Rekomendasi Tempat Jual Pernak-pernik 17 Agustus di Kota Serang

Hanya berselang dua minggu lagi, Indonesia akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-79.

Editor: Glery Lazuardi
Ilustarsi/Net
Hanya berselang dua minggu lagi, Indonesia akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-79. Hari kemerdekaan adalah momen paling ditunggu-ditunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

TRIBUNBANTEN.COM - Hanya berselang dua minggu lagi, Indonesia akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-79.

Hari kemerdekaan adalah momen paling ditunggu-ditunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Di hari kemerdekaan, masyarakat akan melakukan beberapa kegiatan seperti lomba, menghias di beberapa tempat sebagai ajang untuk menyambut perayaan hingga mengadakan syukuran. 

Hal yang paling mencolok dalam mendekati perayaan adalah banyaknya tempat-tempat seperti kampung, kantor, sekolah, atau bahkan jalanan yang dihiasi dengan beberapa bendera atau pernak-pernik lainnya.

Buat kamu yang sedang mencari pernak-pernik untuk merayakan hari kemerdekaan anda bisa mengunjungi jalan raya di Kecamatan Cipocok, Kota Serang.

Menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia, penjual Bendera merah putih di Kota Serang mulai menjamur.

Pantauan TribunBanten.com, penjual Bendera merah putih terlihat di sejumlah jalan raya yang ada di Kecamatan Cipocok.

Para penjual Bendera ini datang dari pelbagai daerah di Jawa Barat. Salah satunya adalah Rifan (21) warga Lewi Goong, Kabupaten Garut.

Rifan berjualan di Kota Serang bersama ayahnya dengan lapak yang berbeda, mereka baru dua Minggu berjualan.

Rifan mengatakan, penjualan bendera merah putih menjadi alternatif untuk mencari cuan. Karena menjelang hari kemerdekaan banyak yang mencari simbol negara tersebut.

Baca juga: Daftar Harga Elpiji dan Tarif Dasar Listrik di Banten Mulai 1 Agustus 2024

"Ya karena kebutuhan aja, jadi jualan bendera. Kalau saya mah baru jualan seperti ini, kalau bapak saya sering," kata Rifan kepada TribunBanten.com di lokasi jualan, Kamis (1/8/2024).

Rifan mengaku, omzet penjualan bendera setiap harinya dari Rp 300-400 ribu. Kata dia, para pembeli bendera mulai ramai per hari ini.

"Kalau sebelumnya mah sepi, karena pembeli biasanya beli di bulan Agustus," ujar Rifan.

Menurut Rifan, berdasarkan pengakuan bapaknya penjualan bendera ramai saat jaman Gubernur Banten dijabat Ratu Atut Chosiyah.

"Kata bapak yang beli bendera merah putih itu jaman Gubernur yang dipenjara (Ratu Atut Chosiyah) karena diwajibkan satu rumah satu bendera. Sekarang mah sepi," ungkapnya.

Selain itu lanjut dia, penjualan bendera merah putih kalah dengan toko online. Karena banyak masyarakat membeli melalui itu.

"Semenjak serba online susah jual bendera. Tapi enggak apa-apa itung-itung cari pengalaman, karena saya biasanya jualan yang lain di Pasar Minggu, Jakarta," pungkasnya.

TRIBUNBANTEN.COM

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved