Pimpin Transformasi Listrik Hijau, Dirut PLN Raih The Most Inspiring ESG Corporate Leader

Darmawan meraih penghargaan juga berkat langkahnya untuk mempercepat transisi energi selama beberapa tahun terakhir.

dokumentasi PLN
Berkat kepemimpinannya dalam transformasi PLN, Dirut Darmawan Prasodjo meraih penghargaan The Most Inspiring Environtment, Social, and Government (ESG) Corporate Leader pada IDX Channel Anugerah ESG 2024 di Jakarta, Kamis (25/7/2024) malam. Darmawan meraih penghargaan juga berkat langkahnya untuk mempercepat transisi energi selama beberapa tahun terakhir. 

TRIBUNBANTEN.COM - Berkat kepemimpinannya dalam transformasi PLN, Dirut Darmawan Prasodjo meraih penghargaan The Most Inspiring Environtment, Social, and Government (ESG) Corporate Leader pada IDX Channel Anugerah ESG 2024 di Jakarta, Kamis (25/7/2024) malam.

Darmawan meraih penghargaan juga berkat langkahnya untuk mempercepat transisi energi selama beberapa tahun terakhir.

Selain itu, juga keberhasilannya memimpin Transformasi Ekosistem Listrik Hijau dan kategori Model Ekowisata Berbasis Konservasi Penyu untuk PLN Indonesia Power meraih penghargaan khusus kepada PLN.

Baca juga: 1.584 SPKLU Sudah Tersedia, PLN Terus Tambah Charging Station Kendaraan Listrik di Berbagai Daerah

Program ekowisata berbasis konservasi penyu ini berlokasi di Pantai Lowita, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Dengan mengedapankan prinsip ESG, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Barru berhasil menyelamatkan menetaskan 5.000 – 6.000 ekor tukik.

Darmawan Prasodjo mengatakan penghargaan yang diraih dirinya dan perseroan tidak lepas dari hasil kerja keras para insan PLN dalam menyukseskan transisi energi di Indonesia.

Dia Darmawan menegaskan komitmen PLN untuk terus mengakselerasi transisi energi di Indonesia.

"PLN mendukung penuh langkah Pemerintah untuk mengakselerasi transisi energi demi mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat," ucapnya.

Komitmen PLN tersebut dibuktikan dengan berbagai upaya, satu di antaranya pengembangan pembangkit energi baru terbarukan (EBT).

Hingga tahun 2023, pengembangan pembangkit EBT telah mencapai 8.786 megawatt (MW).

Dengan rincian pembangkit berbasis hidro (PLTA/PLTMH) sebesar 5.777 MW, pembangkit berbasis panas bumi (PLTP) sebesar 2.519 MW, dan sisanya berasal dari surya (PLTS), angin (PLTB) dan biomassa.

Dalam komitmennya, PLN juga menyediakan layanan listrik hijau lewat Renewable Energy Certificate (REC) yang diakui secara internasional.

Baca juga: Setor Pajak hingga Rp 52,39 Triliun, PLN Raih Penghargaan Grup Pembayar Pajak Terbesar dari DJP

Setiap sertifikat REC membuktikan bahwa listrik per megawatt hour (MWh) yang digunakan berasal dari pembangkit EBT atau non-fosil.

"REC diakui secara internasional sehingga setiap listrik yang pelanggan peroleh itu merupakan listrik dari energi bersih PLN. Ke depannya, PLN akan terus membangun Energi Baru Terbarukan (EBT) yang lebih masif di Indonesia," kata Darmawan.

Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Resiko BUMN, Nawal Nely, menekankan pentingnya aspek ESG sebagai kompetensi inti sebuah perusahaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved