Jenazah Nelayan KM Sri Mariana
Polda Banten: Penyidik Khawatir Tertular saat Selidiki 6 Jenazah Nelayan KM Sri Mariana
Penyidik Ditpolairud Polda Banten masih melakukan penyelidikan penemuan enam jenazah nelayan di Kapal KM Sri Mariana.
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Penyidik Ditpolairud Polda Banten masih melakukan penyelidikan penemuan enam jenazah nelayan di Kapal KM Sri Mariana.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Heriyanto mengatakan, proses penyelidikan menggunakan alat perlindungan diri (APD) lengkap untuk menghindari hal yang tak diinginkan.
"Orang penyidiknya juga takut tertular (Virus) pas evakuasi aja pakai APD lengkap," kata Didik kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin (5/8/2024).
Baca juga: Enam Nelayan Tewas Misterius di Perairan Merak, Tim Gabungan Periksa Awak KM Sri Mariana
Diketahui, jenazah tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang untuk dilakukan otopsi.
Selain enam jenazah ditemukan juga satu orang dalam kondisi kritis dan delapan nelayan dalam penanganan medis.
Didik mengaku belum mengetahui pasti penyebab kematian enam orang tersebut, apakah karena virus atau keracunan.
"Kita belum tahu karena apa, ga tau karena penyakit atau karena apa kita belum tau," ujarnya.
Baca juga: Enam Mayat Nelayan Ditemukan dalam KM Sri Mariana di Perairan Merak, Satu Orang Kritis
Pihaknya juga masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga korban untuk melakukan tindakan otopsi, karena harus ada persetujuan dari keluarga korban.
"Nanti tunggu hasil dari otopsi, kita masih menunggu keluarganya karena otopsi itu harus menunggu keluarga dulu," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Mayat-ditemukan-di-Perairan-Merak-Minggu-4-Agustus.jpg)