Jenazah Nelayan KM Sri Mariana

Awak Kapal KM Sri Mariana yang Dirawat di RS KM Cilegon Bertambah Jadi 14 Orang

Dinkes Kota Cilegon baru saja melakukan pemantauan kesehatan para awak kapal KM Sri Mariana yang sedang dirawat di RS IHC Krakatau Medika Kota Cilegon

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM/Tajudin
RS IHC Krakatau Medika Cilegon. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Dinas Kesehatan Kota Cilegon memantau kesehatan para awak kapal KM Sri Mariana, yang sedang dirawat di Rrumah SakitS IHC Krakatau Medika Kota Cilegon.

Tercatat ada 14 orang awak kapal yang dilarikan ke RS IHC Krakatau Medika Cilegon, dari yang sebelumnya hanya berjumlah 11 orang.

Hal itu disampaikan oleh Pj Program Krisis Kesehatan Dinkes Cilegon, Ujang Samsul.

Baca juga: Keluarga Enam Jenazah Nelayan Kapal KM Sri Mariana Belum Diambil Keluarga di RSDP Serang

"Semula berjumlah 11 orang per hari ini jam 10.00 pagi, bertambah tiga orang jadi total 14 orang yang dirujuk ke RS IHC Krakatau Medika," ujarnya kepada TribunBanten.com saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (5/8/2024).

Ujang menyebut, kondisi pasien saat ini sebagian sudah masuk ke ruang perawatan.

Namun ada orang yang masih berada di IGD RS IHC Krakatau medika, karena masih menunggu ketersediaan ruangan.

 

 

"Tapi secara umum kondisi pasien berangsur-angsur membaik," ungkapnya.

Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa pasien yang dirawat di RS IHC Krakatau Medika.

Ujang menuturkan, para pasien mengalami beberapa gejala sakit yang berbeda-beda.

"Gejala umum yang dirasakan, kepala pusing, mual, lemas, mata merah, ada ruam pada kulit ada juga yang ngeluh nyeri otot kaki," jelas.

Sebagaimana diketahui, sejumlah awak kapal KM Sri Marina yang berlayar di area perairan Merak dikabarkan meninggal dunia.

Baca juga: Daftar Nama Korban Meninggal dan Sakit di KM Sri Mariana, Jasad Dibawa ke RSDP Serang

Dari 36 awak kapal, 6 orang di antaranya meninggal dunia, 14 orang dirawat di RS IHC Krakatau Medika, dan 16 orang lainnya masih dikarantina di atas kapal.

Saat ini tim gabungan dari Balai Karantina Kesehatan Kelas 1 Banten bersama Polairud Polda Banten sedang menangani kasus tersebut.

Hingga kini masih belum diketahui apa penyebab yang mengakibatkan para awak kapal meninggal dunia dan belasan lainnya dirawat di rumah sakit.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved