Hari Maritim Nasional 23 September 2024: Tema, Twibbon dan Sejarah

Hari Maritim Nasional diperingati setiap 23 September. Hari Maritim Nasional atau HMN mulai dirayakan pada 1964.

Editor: Glery Lazuardi
Kolase
Hari Maritim Nasional diperingati setiap 23 September. Hari Maritim Nasional atau HMN mulai dirayakan pada 1964. 

Dengan demikian, armada transportasi laut NKRI dapat menggerakkan roda perekonomian nasional sampai daerah 3TP, sehingga akan memperlancar distribusi logistik dan komoditi unggulan daerah serta mobilisasi masyarakat dari/ke daerah tertinggal, terpencil, terdepan, dan perbatasan.

Selain itu, kebijakan tersebut juga untuk memenuhi visi dan misi Kabinet Kerja dan Kabinet Maju kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang menuntut Kemenhub untuk terus meningkatkan jaringan konektivitas nusantara dengan salah satunya dengan transportasi laut perintis berkeselamatan.

Untuk menunjang pelayaran berkeselamatan, di wilayah perairan nasional, saat ini Direktorat Kenavigasian, Ditjen Hubla mencatat terdapat 285 Menara Suar (Mercusuar) tersebar di seluruh pesisir nusantara yang dikelola oleh 25 Kantor Distrik Navigasi. 

Baca juga: Kumpulan Twibbon dan Ucapan Hari Perdamaian Dunia 21 September, Gratis Cocok untuk Medsos

Menara Suar adalah salah satu perangkat dan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) yang sangat penting bagi transportasi laut.

Pembangunan Menara Suar sebagai SBNP di berbagai pesisir nusantara adalah sangatlah vital untuk menjaga keselamatan pelayaran di wilayah perairan Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Tiga tahun belakangan, dalam memperingati hari Menara Suar tahun 2021, 2022, dan 2023, Ditjen Hubla Kemenhub masih mengangkat topik/tema yang masih berhubungan dengan keselamatan pelayaran Indonesia.

Pada momentum peringatan Hari Menara Suar yang ke-10, pada 2024 ini diharapkan semua pemangku kepentingan sektor transportasi laut sudah dapat menghayati betapa pentingnya pelayaran berkeselamatan di wilayah perairan nasional. 

Selain itu, semua pemangku kepentingan juga harus peduli terhadap fungsi Menara Suar yang merupakan salah satu komponen dalam penyelenggaraan keamanan negara karena keberadaaanya mempertegas dan memperkuat batas wilayah NKRI.

Seiring dengan semangat mambangun karakter kemaritiman Indonesia – sebagai negara bahari, dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia, maka perlunya pengakuan dan apresisasi terhadap Menara Suar dan Petugas Menara Suar melalui peringatan Hari Menara Suar.

Momentum peringatan Hari Menara Suara dan Hari Maritim tahun 2024 ini dapat dijadikan ajang introspeksi, pasalnya masih terjadinya kapal karam sepanjang Januari-Juni tahun 2024 akibat dihantam gelombang pasang.

Dari laporan Badan Meteorologi, Klimatori, dan Geofisika (BMKG), ombak besar yang tejadi di berbagai wilayah perairan nasional, seiring dengan musim angin barat, pada Oktober hingga bulan April dan puncaknya pada bulan pertengahan Maret tahun 2024 lalu telah mencelakakan belasan transportasi laut terhantam gelombang besar. 

Ada beberapa kondisi dinamika atmosfer – pada musim angin barat, yang dapat memicu terjadinya gelombang pasang disertai badai yang disebabkan oleh peningkatan curah hujan seiring dengan musim penghujan pada Oktober - Maret 2024 lalu.

Selain itu, pada triwulan awal tahun 2024, BMKG juga melaporkan terjadinya peningkatan kecepatan angin dari utara Indonesia hingga melintasi equator melalui Selat Karimata yang mengindikasikan aktivitas Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang berperan dalam peningkatan gelombang pasang di perairan Indonesia.

Kondisi cuaca ekstrim dan tidak bersahabat itu menghantam sejumlah kapal di wilayah perairan NKRI, antara lain Kapal wisata Tiana Liveaboard tenggelam di perairan Batu Tiga Labuan Bajo Manggarai Barat NTT (21/1) Kapal Tanker MT Koan Indonesia yang tenggelam di Laut Arafuru (15/2), KM Sweet karam di laut Ambon (11/3), KM Mulia Bintang 2 karam di Tanjung Sibunga, Selat Malaka (24/3) dan sejumlah kapal-kapal kecil lain (kapal nelayan dan kapal wisata).

Kasus kapal karam terus berlanjut selama triwulan ke II April sd Juni 2024, antara lain Kapal Wisata White Pearl tenggelam di sekitar Pulau Kenawa, Labuhan Bajo (5/4). 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved