Bursa Calon Menteri Kabinet Prabowo-Gibran, Jan Maringka Diusulkan Jabat Jaksa Agung, Ini Profilnya
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming bakal dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029 pada Minggu 20 Oktober mendatang.
TRIBUNBANTEN.COM - Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming bakal dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029 pada Minggu 20 Oktober mendatang.
Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden Terpilih, Prabowo mengaudisi sejumlah nama yang akan menjadi menteri, wakil menteri, dan kepala badan.
Jan Samuel Maringka (JSM) diusulkan untuk mengisi posisi Jaksa Agung.
Usulan itu disampaikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) melalui surat resmi yang ditandatangani Ketua Umum DPP KKK, Angelica Tengker, 14 Oktober 2024.
Keputusan KKK untuk mengajukan Maringka sebagai kandidat Jaksa Agung didorong oleh aspirasi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) yang mendambakan adanya keterwakilan putra daerah di dalam pemerintahan pusat.
Baca juga: Ini Foto Prabowo-Gibran Bersama Calon Menteri saat Pembekalan di Hambalang, Berikut Daftar Namanya
Kabar bahwa posisi Jaksa Agung masih kosong membuka peluang bagi KKK untuk menyuarakan dukungan terhadap figur yang dinilai berkompeten dan berintegritas di bidang hukum tersebut.
Surat rekomendasi KKK ini ditujukan langsung kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang juga merupakan Dewan Kehormatan dari KKK.
"Kami mengajukan rekomendasi ini sebagai perwujudan aspirasi keluarga besar Kawanua, tanpa mengurangi rasa hormat kepada pihak terkait," ujar Angelica Tengker.
Menurut dia, Jan Samuel Maringka adalah sosok yang berpengalaman, memiliki rekam jejak baik.
"Kami yakin beliau mampu membantu jalannya pemerintahan yang akan dating," ujarnya.
Riwayat karier Jan Samuel Maringka membuktikan profesionalismenya dalam berbagai penugasan penting.
Dimulai dari Jaksa Pertama di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada tahun 1991, hingga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen periode 2017-2020, dan terakhir sebagai Inspektur Jenderal di Kementerian Pertanian pada 2021-2023.
Rekam jejak ini menjadi dasar utama dukungan yang diberikan oleh KKK untuk menjadikannya sebagai Jaksa Agung yang baru.
KKK yakin bahwa sosok Maringka mampu membantu pemerintahan baru dalam menjalankan tugas-tugas negara, khususnya dalam bidang penegakan hukum dan intelijen.
Harapan besar ini semakin mendekat, mengingat Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan segera dilantik pada 20 Oktober 2024 mendatang.
DPP KKK menyerukan seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk bersatu dalam mendukung keterwakilan daerah dalam kabinet pemerintahan baru.
Baca juga: Soroti Calon Menteri Prabowo, Mahfud MD: Kalau Pemimpinnya Baik, yang Jelek-jelek akan Ikut Baik
Jan Samuel Maringka diharapkan dapat menjadi representasi bagi masyarakat Sulut di pentas nasional, khususnya dalam peran strategis sebagai Jaksa Agung.
Profil Jan Samuel Maringka
Jan Samuel Maringka (lahir 11 Oktober 1963) adalah seorang jaksa Indonesia yang menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian dari tahun 2022 hingga 2023.
Sebelum menjabat di kementerian tersebut, Jan memegang berbagai jabatan di kejaksaan , termasuk sebagai Jaksa Agung Maluku dari tahun 2015 hingga 2017, Jaksa Agung Sulawesi Selatan pada tahun 2017, dan Jaksa Agung Muda Intelijen dari tahun 2017 hingga 2020.
Maringka lahir di Jakarta pada 11 Oktober 1963 sebagai putra dari Henry E. Maringka dan Johana Mahieu.
Ia menyelesaikan sekolah menengahnya di SMA Negeri 43 Jakarta dari tahun 1980 hingga 1983.
Ia kemudian belajar hukum di Universitas Krisnadwipayana dan lulus pada tahun 1988.
Selama kuliah, Maringka bergabung dengan resimen mahasiswa Krisnadwipayana.
Maringka melanjutkan pendidikan hukumnya selama menjadi jaksa. Ia meraih gelar master dari Fakultas Hukum IBLAM pada tahun 2003 dan gelar Doktor Hukum dari Universitas Hasanuddin pada tahun 2015, dengan tesis doktoralnya berjudul Penguatan Ekstradisi dalam Sistem Peradilan Pidana dengan Pertimbangan Yurisdiksi Asing.
Maringka juga telah mengikuti beberapa kursus profesi, seperti kursus hukum dagang di Australia tahun 1995, pelatihan penyidik tindak pidana korupsi yang diselenggarakan oleh International Law Enforcement Academy Bangkok tahun 1999.
Lalu, pelatihan kejahatan terorganisasi transnasional yang diselenggarakan oleh United Nations Asia and Far East Institute for the Prevention of Crime and the Treatment of Offenders di Jepang tahun 2001, International Visitor Leadership Program tahun 2009, serta kursus kepemimpinan yang diselenggarakan oleh National Resilience Institute tahun 2015 dan National Administrative Body tahun 2017.
Karier Jaksa
Setelah meraih gelar sarjana hukum, Maringka terjun ke dunia kejaksaan.
Ia mengawali kariernya sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.
Ia diangkat menjadi Jaksa Wilayah Tarakan , Kalimantan Timur pada tahun 2003.
Dua tahun kemudian, Jaksa Agung menugaskannya ke Konsulat Jenderal di Hong Kong sebagai atase hukum.
Selama di Hong Kong, Maringka menjadi ketua Persatuan Warga Negara Indonesia Kristen di Hong Kong.
Ia kembali ke Indonesia pada tahun 2008 dan mengepalai bagian kerja sama internasional di Kejaksaan Agung.
Maringka kembali menjadi jaksa wilayah ketika ia dilantik di Serang , Banten , pada 6 Agustus 2010.
Maringka terlibat dalam penyelesaian konflik antara santri Sunni Islam dan pengikut Ahmadiyah di Cileusik.
Ia juga mengawasi penangkapan beberapa pejabat terkemuka Banten atas tuduhan korupsi, seperti kepala pendidikan Banten, sekretaris daerah, dan seorang pejabat dari unit politik dan polisi kota.
Maringka mengakhiri masa jabatannya sebagai jaksa wilayah pada 23 Maret 2012.
Maringka kembali ke kantor jaksa agung sebagai asisten urusan umum pada tahun 2012.
Jaksa Agung Basrief Arief digantikan oleh Muhammad Prasetyo , yang kemudian mempromosikan Maringka menjadi kepala biro hukum dan hubungan internasional pada tahun itu.
Kurang dari setahun kemudian, tepatnya pada 11 Desember 2015, Prasetyo melantik Maringka sebagai Jaksa Agung Maluku.
Salah satu kasus menonjol yang ditanganinya selama satu setengah tahun menjabat adalah kasus Direktur Utama Bank Maluku, Idris Rolobessy, yang menggelapkan dana bank untuk kepentingan pribadi.
Maringka juga membentuk satuan tugas antipungutan liar di seluruh kantor kejaksaan negeri di Maluku.
Beberapa hari menjelang lengser dari jabatannya, Maringka menghentikan penuntutan kasus dugaan korupsi mantan Bupati Seram Bagian Timur, Abdullah Vanath, karena dinilai tidak cukup bukti.
Maringka meninggalkan Maluku dan pindah ke Sulawesi Selatan pada tahun 2017. Ia menjabat sebagai Jaksa Agung untuk Sulawesi Selatan dan Barat sejak 22 Februari hingga 15 November 2017.
Selama sembilan bulan menjabat sebagai Jaksa Agung, ia mengawasi proyek senilai total 6,7 triliun rupiah, menyetor uang negara sebesar 113 miliar rupiah, dan menggagas program radio Salam Jaksa yang diterima secara nasional.
Maringka juga menunjuk seorang jaksa penghubung untuk Sulawesi Barat sebagai persiapan pembentukan kantor Jaksa Agung.
Pada 15 November 2017, Muhammad Prasetyo mengangkat Maringka sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen.
Selama menjabat, tim intelijen kejaksaan yang dipimpin Maringka menangkap Stefanus Nurtjahja yang sedang makan di sebuah restoran di kawasan Jakarta Pusat.
Nurtjahja terlibat dalam kasus pencucian uang Bank Century yang nilainya mencapai 1,1 miliar rupiah.
Maringka juga menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan angkutan udara Angkasa Pura mengenai koordinasi proyek transportasi udara dan membuat hotline bagi kepala daerah untuk melaporkan jaksa setempat yang menghambat pembangunan proyek daerah.
Pada 12 Agustus 2020, di tengah maraknya penyidikan kasus penggelapan dana talangan Djoko Tjandra , Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memberhentikan Maringka dari jabatannya sebagai wakil jaksa agung.
Pemberhentian tersebut memicu dugaan keterlibatan Maringka dalam kasus tersebut, yang dibantah Burhanuddin.
Burhanuddin mengklaim pemberhentian tersebut merupakan bagian dari regenerasi personel dan rotasi jabatan.
Maringka menjadi staf ahli di Kejaksaan Agung setelah diberhentikan dari jabatannya.
Pada awal tahun 2022, Maringka diminta oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menjadi Inspektur Jenderal di Kementerian Pertanian.
Maringka telah menjaga hubungan baik dengan Limpo sejak tahun 2017, saat Maringka menjabat sebagai Jaksa Agung Sulawesi Selatan dan Limpo sebagai Gubernur.
Maringka dilantik untuk jabatan tersebut pada tanggal 30 Maret 2022.
Selama masa jabatannya, Maringka memperkenalkan program Jaga Pangan , sebuah reorientasi sistem pengawasan internal di lingkungan Kementerian Pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.
Pada Oktober 2023, Syahrul Yasin Limpo mengundurkan diri setelah diperiksa terkait kasus korupsi.
Maringka pun mengundurkan diri pada November tahun itu juga dengan alasan pensiun.
Ajudan Limpo kemudian bersaksi dalam sidang pengadilan pada April 2024 bahwa Maringka diperintahkan oleh Limpo untuk berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait penyidikan korupsi tersebut.
Maringka membantah klaim tersebut dan menduga perintah tersebut mungkin ditujukan kepada pelaksana tugas inspektur jenderal sebelumnya, Kasdi Subagyono.
Setelah pensiun dari birokrasi, Maringka menjadi penasihat organisasi pendukung Joko Widodo.
Maringka mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif 2024 dan pemilihan gubernur Sulawesi Utara 2024.
Maringka maju sebagai calon Partai Perindo untuk Dewan Perwakilan Rakyat dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan 1, yang meliputi ibu kota Makassar dan lima kabupaten lainnya.
Pada bulan Oktober 2023, Maringka mengumumkan pengunduran dirinya dari pemilihan legislatif, karena status pegawai negeri sipilnya masih aktif dalam pendaftaran pemerintah.
Namun, karena kesalahan administratif, komisi pemilihan menerima pengunduran dirinya pada bulan Februari 2024, jauh setelah surat suara dicetak.
Maringka tidak menerima satu pun suara dalam pemilihan tersebut, menjadi satu-satunya kandidat di daerah pemilihannya yang menerima suara tersebut.
Pada Maret 2024, Maringka mendaftarkan dirinya sebagai calon gubernur Sulawesi Utara dari Partai Gerindra.
| Siapa Sony Sonjaya? Purnawirawan Polri yang Dicopot Presiden dari Jabatan Wakil Kepala BGN |
|
|---|
| BERITA TERKINI! Prabowo Resmi Copot Kepala BGN, Nanik Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana |
|
|---|
| Pemkab Lebak Terima Bantuan Sapi Kurban dari Presiden Prabowo, Bobotnya Capai 1,07 Ton |
|
|---|
| Tampang Gagah Sapi Limosin 1,1 Ton, Hewan Kurban Prabowo di Kecamatan Walantaka Kota Serang |
|
|---|
| Sapi Jumbo Bobi Milik Peternak Kota Serang Dibeli Prabowo untuk Kurban Idul Adha 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Foto-terbaru-Jan-Samuel-Maringka-JSM.jpg)