Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sapi jumbo milik peternak asal Kota Serang bernama “Bobi” dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban bantuan kemasyarakatan (Banmas) pada Hari Raya Idul Adha 2026.
Sapi jenis Limosin dengan bobot mencapai 1,07 ton atau hampir 1,1 ton itu berasal dari peternakan Kandang Berkah Aarkun, Kelurahan Kiara, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Bobi berhasil lolos seleksi ketat hewan kurban kepresidenan setelah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan dan kelayakan.
Pemilik peternakan, Budi Tohara mengaku bangga karena sapi peliharaannya terpilih menjadi sapi kurban Presiden Prabowo.
Baca juga: Idul Adha 2026: Kota Serang Dapat Satu Ekor Sapi Kurban dari Presiden Prabowo
Menurutnya, proses seleksi bermula saat Dinas Peternakan Kota Serang melakukan pemantauan kesehatan rutin di kandangnya.
"Awalnya pihak Dinas melakukan pemantauan kesehatan sapi-sapi di sini. Nah, beliau tertarik dengan sapi yang spesial ini (Bobi) dan berencana melakukan pengajuan untuk BANAS Sapi Presiden. Alangkah bahagianya saya bisa memberikan sumbangsih untuk Kota Serang tempat saya dilahirkan," kata Budi, Jumat (22/5/2026).
Budi mengatakan terpilihnya Bobi menjadi sapi kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak lokal.
Pasalnya, ini menjadi kali pertama peternak asal Kota Serang berhasil memenuhi standar sapi kurban kepresidenan.
"Alhamdulillah sudah dipanggil ke provinsi untuk persetujuan sapi ini menjadi kurban bantuan Presiden di Kota Serang," ujarnya.
Bobi diketahui mulai dipelihara di Kandang Berkah Aarkun sejak usianya belum genap tiga tahun.
Dengan perawatan intensif dan pola pakan khusus, sapi tersebut tumbuh menjadi sapi berbobot jumbo dengan kondisi kesehatan yang prima.
Budi menyebut keberhasilan Bobi menembus seleksi sapi kurban Presiden tidak lepas dari peran tim Research and Development (R&D) peternakan, termasuk Agus Purwanto yang menangani perawatan dan manajemen pakan.
"Kesuksesan ini tidak luput dari peran tim Research and Development (R&D) Kandang Berkah Aarkun, Agus Purwanto," sambungnya.
Sementara itu, Agus Purwanto mengungkapkan Bobi diperlakukan secara khusus untuk menjaga kebugaran dan menghindari stres.
Salah satunya dengan memandikan sapi tersebut sebanyak tiga kali sehari.
"Kita rawat dengan insentif benar-benar, kita lakukan sama kayak manusia aja. Dari pagi harus dimandikan," kata Agus.
Selain perawatan rutin, pola makan Bobi juga diatur secara ketat. Pakan utama terdiri dari komboran dan hijauan dengan komposisi tertentu agar sapi tetap sehat dan terhindar dari gangguan pencernaan seperti kembung atau bloat.
Pakan komboran diberikan dua kali sehari pada pagi dan sore hari dengan takaran minimal dua persen dari bobot tubuh sapi.
Sedangkan pakan hijauan diberikan sebanyak 10 persen dari bobot badan dan dibagi ke dalam tiga sesi, yakni pagi, siang, dan malam.
"Pakan hijauan wajib diberikan dengan jeda selang satu jam setelah sapi mengonsumsi komboran," jelasnya.
Untuk hijauan, peternakan memanfaatkan rumput liar dan rumput pakchong berkualitas tinggi yang diolah melalui proses silase atau fermentasi.
"Ini wajib untuk sapi-sapi besar. Jangan kasih hijauan terus, takutnya bisa kembung. Jadi semua harus diatur pakannya," pungkas Agus.
Dengan perawatan intensif dan dukungan medis dari Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Kota Serang, Bobi kini siap dikurbankan sebagai sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Kota Serang.