BUKAN Sosok Kaleng-kaleng, Ini Profil KH Nasaruddin Umar Menag Era Prabowo-Gibran

Nasaruddin Umar diangkat menjadi Menteri Agama di Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Tribunnews.com
Nasaruddin Umar diangkat menjadi Menteri Agama di Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. 

TRIBUNBANTEN.COM - Nasaruddin Umar diangkat menjadi Menteri Agama di Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Nasaruddin Umar merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal

Sebelum dilantik jadi Menag pada Senin (21/10/2024) pagi, Nasaruddin Umar menjadi salah satu tokoh yang mendatangi kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (14/10/2024) lalu.

Baca juga: BIODATA Abdul Muti, Sekum PP Muhammadiyah Jadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Era Prabowo

Nasaruddin dipanggil Prabowo saat isu pemilihan untuk sosok menteri mencuat.

Dia datang sekira pukul 18.45 WIB dengan mengenakan baju batik berwarna kuning dan kopiah hitam di kepalanya.

Usai bertemu dengan Prabowo, Nasaruddin mengaku sangat kaget ketika dipanggil Prabowo. 

Nasaruddin sama sekali tak pernah membayangkan jika dirinya diminta bantuan dalam masa pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.

"Saya betul-betul sangat surprise ya, saya gak nyangka dan saya kaget, saya gak pernah membayangkan. Saya baru pulang juga dari MoU dengan Al-Azhar Mesir kemarin baru pulang," kata Nasaruddin kepada wartawan.

"Tiba-tiba saya dapat undangan dari presiden terpilih Pak Prabowo, saya diminta untuk membantu beliau di periode yang akan datang," sambungnya.

Nasaruddin mengatakan sebelum dihubungi oleh ajudan Prabowo, saat itu dia tengah menyantap sajian berbuka puasa. 

"Jam tadi abis buka puasa ya, jam 6 saya sedang buka puasa 'pak bisa dipanggil bapak'," ucapnya.

Nasaruddin Umar menyatakan kesiapannya jika memang akhirnya diminta untuk menjadi menteri kabinet Prabowo-Gibran.

"Tapi kok kenapa saya ikut panggil, gak pernah nyangka, gak pernah membayangkan. Kita hanya bekerja profesional di bidang saya di Istiqlal dan di perguruan tinggi sebagai dosen dan menghadiri pertemuan-pertemuan keagamaan internasional," tuturnya.

Baca juga: Daftar Nama Wamen Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran dari Latar Belakang TNI-Polri

Profil Nasaruddin Umar

Pemilik nama lengkap AG Prof Dr KH Nasaruddin Umar M.A lahir pada 23 Juni 1959 dan kini berusia 65 tahun. 

Nasaruddin adalah Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta. 

Dia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama Republik Indonesia dari tahun 2011 sampai 2014. 

Ia juga merupakan pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog antar Umat Beragama dan pernah menjabat sebagai Dirjen pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Departemen Agama/Kementerian Agama Republik Indonesia. 

Nasaruddin juga adalah anggota dari Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair.

Mengutip Wikipedia, Nasaruddin juga menjabat sebagai salah satu Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022-2027. 

Pada tanggal 3 November 2019, dalam Musyawarah Nasional (Munas) BP4 XVI di Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. terpilih sebagai Ketua Umum BP4 periode 2019-2024.

Dan terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As'adiyah pada Muktamar As'adiyah ke XV di Sengkang tahun 2022. 

Terkini saat kedatangan Paus Fransiskus September 2024 lalu, Nasaruddin Umar menandatangani dokumen Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 bersama pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus yang sedang mengadakan kunjungan historisnya ke Indonesia.

Pendidikan

Nasaruddin Umar melakukan studi pascasarjana di IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan mendapatkan gelar Magister (1992) serta doktoral (PhD) (1998). 

Selama studi kedoktorannya, dia sempat menjadi salah satu mahasiswa yang menjalani Program PhD di Universitas McGill, Montreal, Kanada (1993-1994).

Dia juga sebagai salah satu mahasiswa yang menjalani Program Ph.D di Universitas Leiden, Belanda (1994-1995). 

Setelah mendapatkan gelar doktoral, ia pernah menjadi sarjana tamu di Sophia University, Tokyo (2001), sarjana tamu di SOAS University of London (2001-2002), dan sarjana tamu di Georgetown University, Washington DC (2003-2004). 

Dia adalah penulis dari 12 buku yang di antaranya Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran (Paramadina, 1999). 

Isinya yang menjabarkan hasil penelitian mengenai bias gender dalam Quran.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved