Sejarah Hari Sumpah Pemuda Diperingati Setiap Tanggal 28 Oktober

Tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, peringatan ini adalah momen bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Ilustarsi/Net
Tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, peringatan ini adalah momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. 

TRIBUNBANTEN.COM - Tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, peringatan ini adalah momen bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Lantas mengapa tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda? berikut ini penjelasannya.

Hari Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan organisasi pemuda, untuk kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Imam Baihaqi Terpilih Jadi Ketua FSP KEP SPSI Kota Cilegon 2024-2029

Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Tak hanya itu, Sumpah Pemuda juga sebagai upaya membangkitkan kesadaran segenap rakyat Indonesia sebagai bangsa yang satu.

Melalui Sumpah Pemuda, perjuangan rakyat tak lagi bersifat kedaerahan, tetapi sudah menjadi sebuah kesatuan kuat.

Lahirnya Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda adalah dari hasil rapat para pemuda yakni pada Kongres Pemuda Kedua tanggal 28 Oktober 1928. 

Kala itu, para pemuda menyelenggarakan rapat atau kongres pemuda yang diusulkan oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), yakni organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia.

Adapun Kongres pemuda tersebut diselenggarakan selama tiga kali, dan digelar pada tiga tempat yang berbeda.

Hingga akhirnya melahirkan ikrar pemuda yang disebut Sumpah Pemuda. 

Ikrar Sumpah Pemuda dibacakan pada 28 Oktober 1928.

Kongres Pemuda dihadiri oleh kumpulan pemuda Indonesia dari Jong Java, Jong Sumatra (Pemuda Sumatra), Pemuda Indonesia Sekar Rukun, Jong Islamieten, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia.

Rapat Pertama

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928 antara pukul 19.30-23.30, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. 

Dalam sambutannya, Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. 

Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. 

Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat Kedua

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928 dari pukul 08.00-12.00, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. 

Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Rapat Ketiga

Rapat ketiga, Masih di hari yang sama, tanggal 28 Oktober 1928, pukul 17.30-23.30 di Gedung Indonesische Clubgebouw Pada sesi berikutnya.

Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. 

Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. 

Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia” karya Wage Rudolf Supratman. 

Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. 

Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia, berbunyi :

PERTAMA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,
TANAH INDONESIA.

KEDOEA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,
BANGSA INDONESIA.

KETIGA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN,
BAHASA INDONESIA.

Momentum lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. 

Sejak itu pula, Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober.

Kita Bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved