PT Lotte Chemical Indonesia Didemo Warga Cilegon, Minta Diberi Peluang Kerja

Ratusan warga Cilegon menggelar aksi unjuk rasa di kawasan mega proyek PT. Lotte Chemical Indonesia, Selasa (29/10/2024).

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Ahmad Tajudin/TribunBanten.com
Ratusan warga Cilegon menggelar aksi unjuk rasa di kawasan mega proyek PT. Lotte Chemical Indonesia, Selasa (29/10/2024). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Ratusan warga Cilegon yang tergabung dalam Komite Tiga Kelurahan (Rawa Arum, Gerem dan Warnasari) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan mega proyek PT. Lotte Chemical Indonesia, Selasa (29/10/2024).  

Sekretaris Komite Tiga Kelurahan Warnasari, Eman mengatakan aksi ini merupakan aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat dari tiga kelurahan.

"Ini aksi damai dari warga yang terdampak, kami menuntut hak kami sebagai warga terdampak," ujarnya kepada TribunBanten.com saat ditemui di lokasi, Selasa (29/10/2024).

Baca juga: BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan di Banten Terjadi Pada Desember

Eman menjelaskan aksi itu diikuti oleh ratusan warga yang terdampak adanya pembangunan mega proyek tersebut di wilayah.

Dalam aksi itu, ada dua tuntutan yang disampaikan warga untuk bisa dipenuhi oleh pihak Lotte.

"Pertama soal peluang usaha, kalau bisa masyarakat lokal minimal diberi kesempatan untuk diberikan peluang usaha," katanya.

Selain itu, kata dia, ketika nanti mega proyek itu selesai dibangun.

Kemudian peluang tenaga kerja masyarakat yang terdampak diharapkan agar bisa diperhatikan.

Di mana mereka menuntut agar pihak Lotte bisa memberikan pekerjaan sebagai karyawan organik bagi masyarakat terdampak.

"Supaya mereka diberi kesempatan untuk diberikan pekerjaan karyawan organik," ucapnya.

Eman berharap kehadiran perusahaan dengan nilai investasi sebesar hampir Rp 63 triliun itu bisa memberikan dampak baik bagi masyarakat sekitar.

Terutama bagi masyarakat yang ada di Kelurahan Rawa Arum, Gerem dan Warnasari.

Sementara itu, Pihak Kine Project JO Mr. Choi membenarkan adanya aksi unjuk rasa tersebut.

"Tadi pagi ada demo di sini, sedang proses mediasi," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Saat ditanya lebih lanjut, pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih detail.

"Kami sedang rapat," tandasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved