Suhu Panas di Banten saat Ini Mendidih, BMKG Bongkar Pemicunya

Sejumlah wilayah di Banten mengalami suhu panas beberapa waktu lalu hingga saat ini. Termasuk di wilayah Banten.

|
Editor: Abdul Rosid
Tribun Pontianak
Sejumlah wilayah di Banten mengalami suhu panas beberapa waktu lalu hingga saat ini. Termasuk di wilayah Banten. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sejumlah wilayah di Banten mengalami suhu panas beberapa waktu lalu hingga saat ini.

Fenomena suhu panas ini bukan hanya terjadi di Banten saja. 

Melainkan sejumlah wilayah di Indonesia pun mengalami hal yang sama.

Bahkan beberapa wilayah suhu panasnya mencapai 37 - 38,4 derajat Celsius.

Baca juga: Nasib Ketua Apdesi di Serang, Deklarasi Dukung Andra-Dimyati dan Ratu-Najib Berujung Jadi Tersangka

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan untuk mewaspadai dan mengantisipasi dampak suhu panas.

BMKG menyebutkan,  suhu panas maksimum lebih dari 34,6 -- 34,9 Celcius terdeteksi melanda di sebagian besar wilayah Jakarta dan Banten.

Kemudian, Kalimantan Barat (Kapuas hulu, Pontianak), Berau di Kalimantan Timur, Luwu Utara di Sulawesi Selatan, dan Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah.

Untuk suhu panas maksimum mencapai 35,4 -- 36,4 derajat Celcius melanda Kota Lampung, Bulungan di Kalimantan Utara.

Sikka di Nusa Tenggara Timur, Siduarjo di Jawa Timur, Pekanbaru di Riau, dan Palembang di Sumatera Selatan.

Sementara  suhu panas maksimum lebih dari 37,0 - 37,8 derajat Celcius terdeteksi menerpa wilayah Majalengka di Jawa Barat.

Semarang di Jawa Tengah, hingga Bima di Nusa Tenggara Barat yang sudah berlangsung 24 jam terakhir.


Koordinator Pelayanan Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Merak, Tatang Rusmana mengatakan, saat ini Provinsi Banten sedang memasuki peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Oleh karena itu gerak sumbu matahari saat ini berada di Selatan.

"Termasuk Provinsi Banten ini kan umumnya berada di Selatan katulistiwa, jadi gerak sumbu matahari ada di selatan," ujarnya kepada TribunBanten.com, Selasa (29/10/2024).

Tatang lalu menjelaskan, terdapat perbedaan gerak sumbu matahari antara musim kemarau, dengan musim peralihan seperti saat ini.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved