Didemo Warga Cilegon, Manajemen Lotte Chemical: Mereka Maksa Masuk, Tabrak Gerbang

Warga Cilegon yang tergabung dalam Komite Tiga Kelurahan (Rawa Arum, Gerem dan Warnasari) melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Lotte Chemical.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Dok. CCTV PT Lotte Chemical Indonesia
Warga Cilegon yang tergabung dalam Komite Tiga Kelurahan (Rawa Arum, Gerem dan Warnasari) melakukan aksi unjuk rasa di kawasan mega proyek PT. Lotte Chemical Indonesia. 

Massa aksi selesai berunjuk rasa, setelah pihaknya memfasilitasi sejumlah perwakilan dari massa aksi untuk menggelar mediasi.

"Mereka minta mediasi, kita setuju dan mediasi di ruang meeting ngobrol sampai jam 4 sore," tandasnya.

Dalam mediasi itu ada sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh para warga yang tergabung dalam Komite Tiga Kelurahan.

Di antaranya yaitu agar masyarakat sekitar bisa diakomodir untuk diberikan pekerjaan minimal 30 persen dari kuota yang ada.

"Ada sekitar 12 atau 14 point, hasil mediasi kemarin yang akhirnya kita setujui, biar mereka pulang," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, ratusan warga Cilegon yang tergabung dalam Komite Tiga Kelurahan (Rawa Arum, Gerem dan Warnasari) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan mega proyek PT. Lotte Chemical Indonesia, Selasa (29/10/2024).  

Sekretaris Komite Tiga Kelurahan Warnasari, Eman mengatakan aksi ini merupakan aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat dari tiga kelurahan.

"Ini aksi damai dari warga yang terdampak, kami menuntut hak kami sebagai warga terdampak," ujarnya kepada TribunBanten.com saat ditemui di lokasi, Selasa (29/10/2024).

Eman menjelaskan aksi itu diikuti oleh ratusan warga yang terdampak adanya pembangunan mega proyek tersebut di wilayah.

Dalam aksi itu, ada dua tuntutan yang disampaikan warga untuk bisa dipenuhi oleh pihak Lotte.

"Pertama soal peluang usaha, kalau bisa masyarakat lokal minimal diberi kesempatan untuk diberikan peluang usaha," katanya.

Selain itu, kata dia, ketika nanti mega proyek itu selesai dibangun.

Kemudian peluang tenaga kerja masyarakat yang terdampak diharapkan agar bisa diperhatikan.

Di mana mereka menuntut agar pihak Lotte bisa memberikan pekerjaan sebagai karyawan organik bagi masyarakat terdampak.

"Supaya mereka diberi kesempatan untuk diberikan pekerjaan karyawan organik," ucapnya.

Eman berharap kehadiran perusahaan dengan nilai investasi sebesar hampir Rp 63 triliun itu bisa memberikan dampak baik bagi masyarakat sekitar.

Terutama bagi masyarakat yang ada di Kelurahan Rawa Arum, Gerem dan Warnasari.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved