Konflik Israel vs Iran

Kini Sirene di Israel Meraung-rang Setiap Hari hingga 78 Kali Gegara Serangan Roket dan Drone

Hasil analisis yang dihimpun berdasarkan data dari Komando Front Dalam Negeri Israel menyebutkan, rata-rata sirene meraung 78 kali per hari.

Tayang:
Editor: Ahmad Haris
Mehr News
Rudal-rudal Iran menghantam sasarannya di Tel Aviv, Israel. Hasil analisis yang dihimpun berdasarkan data dari Komando Front Dalam Negeri Israel menyebutkan, rata-rata sirene meraung 78 kali per hari, lantaran serangan rudal dan drone. 

TRIBUNBANTEN.COM - Serangan yang berlangsung selama setahun dari Gaza, Lebanon, Yaman, dan Iran terhadap Israel, memicu lebih dari 28.000 sirene keamanan di seluruh wilayah Tel Aviv.

Hal itu diungkapkan oleh ungkapkan Lembaga cek fakta Al Jazeera, 

Dari hasil analisis yang dihimpun, berdasarkan data dari Komando Front Dalam Negeri Israel menyebutkan, rata-rata sirene meraung 78 kali per hari.

Baca juga: Israel Kini Krisis Tentara dan Kesulitan Rekrut Pasukan Baru Akibat Perang Lawan Hamas dan Hizbullah

Sebagian besar bunyi alarm atau sirine dipicu oleh serangan roket dan pesawat tak berawak.

Pada hari pertama serangan pada 7 Oktober 2023, Israel mencatat 4.175 alarm.

Sirene berbunyi terutama di kota-kota seperti Tel Aviv dan Yerusalem, dengan pemboman besar-besaran difokuskan pada Israel selatan.

 

 

Angka itu melonjak lagi pada Oktober 2024, terutama di utara.

Kota-kota Israel seperti Safad dan Haifa diserang, yang mendorong pihak berwenang mengevakuasi ribuan penduduk dari kota-kota utara dekat perbatasan Lebanon, kata Sanad.

Kota perbatasan Kiryat Shmona mencatat jumlah alarm tertinggi, yakni 417, yang menyebabkan sebagian besar penduduknya mengungsi.

Sementara itu, wilayah "Gaza Envelope" – yang merujuk pada wilayah Israel yang berbatasan dengan daerah kantong tersebut – menghadapi ribuan alarm, yang mencerminkan meluasnya jangkauan dan intensitas serangan sepanjang tahun.

Rumah sakit di Gaza utara tidak beroperasi

Pemboman Israel yang tiada henti dan pengepungan militer yang mencegah akses terhadap bantuan kemanusiaan termasuk pasokan medis.

Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan semua rumah sakit di bagian utara Jalur Gaza tidak berfungsi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved