BPBD Cilegon Imbau Masyarakat Waspada Banjir dan Cuaca Ekstrem

BPBD Cilegon mengimbau masyarakat Cilegon untuk mewaspadai adanya ancaman bencana alam terjadi saat musim hujan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Ahmad Tajudin/TribunBanten.com
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cilegon, Suhendi saat di Aula Setda Pemkot Cilegon, Rabu (6/11/2024). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Cilegon mengimbau masyarakat Cilegon untuk mewaspadai adanya ancaman bencana alam terjadi saat musim hujan.

Diketahui, sejumlah daerah di Provinsi Banten termasuk di Kota Cilegon kini sudah masuk musim penghujan.

"Karena ini sudah memasuki musim penghujan tentunya harus waspada terhadap dampaknya, karena bisa menyebabkan banjir bisa juga cuaca ekstrem," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Cilegon, Suhendi saat di Aula Setda Pemkot Cilegon, Rabu (6/11/2024).

Baca juga: SELAMAT Petani dan Nelayan Punya Utang Bakal Dibayar Presiden Prabowo, Ini Kriteria dan Besarannya

Suhendi menyebut ada beberapa jenis bencana alam berpotensi terjadi, apabila musim hujan disertai dengan cuaca ekstrem.

Mulai dari angin puting beliung, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang hingga rumah roboh dampak musim hujan.

"Jadi tetap waspada, terutama daerah yang rawan banjir harus waspada," jelasnya.

Selain itu, Suhendi juga mengajak masyarakat Cilegon agar mengantisipasi ancaman bencana akibat musim hujan untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama bisa membersihkan saluran air, gorong-gorong ataupun sampah yang ada di sekitarnya," katanya.

"Jangan sampai hanya mengandalkan dari DLH, tapi kita harus bisa sama-sama gotong-royong membersihkan kali yang bisa mengakibatkan banjir," sambungnya.

Suhendi menyampaikan bahwa menurut prediksi BMKG, wilayah Kota Cilegon belum sepenuhnya dilanda musim penghujan.

Saat ini, kata dia, masih berada pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

"Kadang musim hujan kadang tidak, artinya tidak setiap hari hujan. Namun BPBD sudah siap apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

"Misalnya terjadi bencana banjir, cuaca ekstrem, angin puting beliung atau pohon tumbang, rumah roboh dan lain sebagainya akibat bencana insyaallah semua sudah siap sedia untuk mengantisipasi itu," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved