Apa Perbedaan Sinterklas dan Santa Claus? Ini Penjelasan Dua Karakter Kerap Muncul di Hari Natal

Apa perbedaan Sinterklas dan Santa Claus? berikut ini penjelasan dua karakter yang identik kemunculannya saat perayaan Hari Natal.

Editor: Abdul Rosid
Kolase
Apa perbedaan Sinterklas dan Santa Claus? berikut ini penjelasan dua karakter yang identik kemunculannya saat perayaan Hari Natal. 

TRIBUNBANTEN.COM - Apa perbedaan Sinterklas dan Santa Claus? berikut ini penjelasan dua karakter yang identik kemunculannya saat perayaan Hari Natal.

Sebagaimana diketahui, Sinterklas dan Santa Claus digambarkan sebagai karakter berpakaian serba merah, berperwakan gendut, dan berjenggot. 

Keduanya juga membawa kantong berisi hadiah untuk dibagikan kepada anak-anak sebelum atau ketika Natal tiba. 

Baca juga: 30 Kata Ucapan Merry Christmas 2024, Penuh Makna dan Inspiratif: Selamat Natal 2024

Meski Sinterklas dan Santa Claus kadung menjadi tokoh khas Natal, ternyata keduanya mempunyai latar belakang sejarah yang berbeda.

Berikut perbedaan antara Sinterklas dan Santa Claus yang serupa tapi ternyata tidak sama.

Sejarah Sinterklas

Membahas latar belakang sejarahnya, ternyata penyebutan Sinterklas sudah ada lebih dulu sebelum Santa Claus

Dilansir dari National Geographic, kehadiran Sinterklas tidak bisa dilepaskan dari Santo Nikolas atau Saint Nicholas. 

Sosok tersebut diperkirakan lahir di Yunani pada 280 M atau sekitar akhir abad ketiga. 

Perjalanan hidup Santo Nikolas berlanjut menjadi uskup di sebuah kota kecil Romawi yang dinamakan Myra.

Jika membahas perawakan Santo Nikolas seperti apa, sosok ini sebenarnya tidaklah gendut seperti yang dikenal orang seperti sekarang. 

Perawakannya justru kurus dan ia dikenal akan keberaniannya melawan penganiayaan besar pada tahun 303. 

Pada saat itu, para pastur menghadapi kesusahan karena diberikan pilihan untuk meninggalkan Kekristenan atau dieksekusi. 

Karena keberaniannya melawan masa penganiayaan ini, Santo Nikolas akhrinya dilemparkan ke penjara.

Ia harus mendekam di balik jeruji besi sebelum kasisar Romawi Constanine memutuskan untuk menyudahi penyaniayaan umat Kristen pada 313. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved