TPST Cileles

Ribuan Warga dari Empat Desa di Lebak Gelar Istighosah, Ini Maksud dan Tujuannya 

Ribuan warga dari empat Desa menggelar Istigosah Akbar, di sepanjang akses jalan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) regional Banten.

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Misbahudin
Ribuan warga dari empat Desa di Kabupaten Lebak, menggelar Istigosah Akbar di sepanjang akses jalan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) regional Banten, di Kecamatan Cileles, Kamis (26/12/24).  

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Ribuan warga dari empat Desa di Kabupaten Lebak, menggelar Istigosah Akbar di sepanjang akses jalan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) regional Banten, di Kecamatan Cileles, Kamis (26/12/24). 

Dalam kegiatan Istigosah Akbar ini, turut hadir Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cikulur, Camat Cileles dan Camat Cikulur serta empat kepala Desa, dari mulai Doroyon, Gumuruh, Muaradua hingga Pasirgintung.

Ketua MUI Kecamatan Cikulur, Muimun Albari menjelaskan, tujuan adanya Istigosah Akbar ini untuk meminta kepada kepada Allah, agar keinginan warga menolak keberadaan TPST bisa dikabulkan. 

Baca juga: Tolak Pembangunan TPST Banten di Cileles, Ribuan Warga dari Empat Desa di Lebak Gelar Istigosah

"Jadi kami berdoa kepada yang maha kuasa, agar tujuan Pemprov Banten membangun TPST di wilayah kami dibatalkan maupun dicabut," jelasnya. 

"Dan mudah-mudahan Allah mengabulkan doa kami bersama. Sebab, kami tidak mau tempat kami dijadikan tempat sampah," sambungnya. 

Ia mengatakan, adanya Istigosah ini juga untuk menyatukan kekuatan dan kesepahaman terkait penolakan warga

"Intinya kita ingin membangun kekuatan dengan silaturahmi melalui doa bersama ini," katanya. 

 

 

Menurutnya, jika Pemprov Banten tetap melaksanakan pembangunan TPST, maka pihaknya bersama warga akan tetap melakukan perlawanan dan menolak. 

"Karena kenapa? Karena kami tidak mau jika wilayah kami dijadikan tempat sampah, yang nantinya akan berdampak terhadap lingkungan kami," ujarnya. 

Sementara itu, perwakilan ketua Pemuda Kecamatan Cikulur, Apud menyampaikan, pihaknya tidak akan berhenti untuk tetap menolak TPST yang ada di wilayah. 

Sebab, hal itu akan berdampak besar terhadap lingkungan yang ada, salah satunya adalah air bersih.

"Terlepas alibi Pemprov Banten seperti apa, yang jelas saya dan pemuda yang lain akan tetap menolak bersama warga," katanya. 

Baca juga: Tolak Pembangunan TPST Banten di Cileles, Ribuan Warga dari Empat Desa di Lebak Gelar Istigosah

Uwes, warga sekitar TPST Cileles menambahkan, adanya Istigosah Akbar ini, diharapkan Pemvrop Banten bisa mencabut pembangunan TPST di wilayahnya. 

Sebab, jika pembangunan TPST tetap dilaksanakan, maka pihaknya akan tetap melakukan perlawanan.

"Ini bukti bahwa kami dari perwakilan empat warga dari empat desa semua menolak TPST, dan kami akan tetap melawan," ujarnya. 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved