Awal Tahun 2025, Kota Serang Dikepung Banjir, Ini Lokasinya

Hujan deras yang terjadi sepanjang malam, merendam sejumlah titik di Kota Serang.

Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Ade Feri/TribunBanten.com
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, mencatat terdapat 15 titik yang tergenang banjir di Kota Serang pada Kamis, (9/1/2025). 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Hujan deras yang terjadi sepanjang malam, merendam sejumlah titik di Kota Serang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, mencatat terdapat 15 titik yang tergenang banjir di Kota Serang pada Kamis, (9/1/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan mengatakan, banjir yang terjadi disebabkan oleh penampang saluran air yang mengecil akibat sampah, sedimentasi, dan bangunan yang ada di sepadan sungai.

Baca juga: 100 Hari Kerja Budi Rustandi Jadi Wali Kota Serang, Fokus Benahi Sampah, Banjir dan Pasar Rau

Sehingga tidak mampu menampung luapan air sungai yang dipicu oleh hujan deras.

"Fakta di lapangan banyak ditemukan tumpukan sampah, kemudian sedimentasi yang menghambat saluran air," ujarnya kepada TribunBanten.com, melalui sambungan telepon.

"Terus juga ada bangunan-bangunan permanen yang tidak mengindahkan sepadan sungai, mengakibatkan sungai meluap," sambungnya.

Padahal kata Diat, dalam proses pendirian bangunan sudah ada peraturan, yang mengatur terkait pendirian bangunan agar tidak boleh masuk dalam garis sempadan bangunan (GSB).

"Tidak boleh dibangun itu digaris sempadan, ada Undang-undang yang mengatur, bahkan Pergub dan Perda Walikota Serang pun sudah diatur untuk Garis Sempadan Bangunan (GSB)," ucapnya.

Dirinya mengatakan, banjir yang terjadi rata-rata memiliki ketinggian air 60 cm - 100 cm.

"Jadi semua titik itu hampir merata ketinggiannya," katanya.

Diat juga menuturkan, pihaknya sudah melakukan langkah darurat dengan melakukan evakuasi para warga yang terdampak banjir.

"Salah satu langkah darurat diantaranya evakuasi orang yang sedang beraktivitas menuju jalan depan raya dengan menggunakan perahu karet," tuturnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa, ataupun kerusakan yang terjadi akibat banjir tersebut.

"Korban jiwa tidak ada, hanya kerugian waktu karena warga yang ingin bekerja menjadi terhambat," tuturnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved