Kabar Desa

Perajin di Desa Tegal Maja di Serang Banten Hasilkan Cuan dari Limbah Industri 

Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, berhasil memanfaatkan limbah industri yang ada di sekitarnya menjadi produk kerajinan

Tayang:
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Ade
Kades Tegal Maja Muhammad Iksan memegang produk kerajinan dari wilayahnya. 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten berhasil memanfaatkan limbah industri yang ada di sekitarnya, menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi.

Diketahui, desa yang berada di wilayah Kabupaten Serang bagian Timur ini, banyak dikelilingi pabrik-pabrik yang memunculkan limbah.

Agar bermanfaat, pihak desa kemudian berinisasi untuk memberikan pelatihan kepada warga desanya, untuk membuat berbagai kerajinan cantik yang bisa diserap pasar.

Kepala Desa Tegal Maja, Muhamad Iksan mengatakan, selama ini desanya memang dikenal sebagai desa perajin anyaman bambu, yang membuat alat-alat tradisional seperti tempat nasi dan sebagainya.

Namun, seiring perkembangan zaman, Desa Tegal Maja berubah menjadi kawasan industri di Kabupaten Serang, dan membuat para perajin meninggalkan aktivitas membuat kerajinan tangan yang selama ini menjadi kearifan lokal.

Baca juga: Kreatif! Kades Tegal Maja Sulap Kotoran Kerbau Jadi Pupuk Kompos Bernilai Jual Tinggi

"Desa Tegal Maja ini memang nenek moyang kita itu adalah perajin anyaman bambu, tapi seiring perkembangan zaman pemikiran masyarakat itu berubah dan mulai meninggalkan kerajinan. Padahal itu sudah menjadi kearifan lokal kita," ujarnya kepada TribunBanten.com, Sabtu (25/1/2025).

"Kemudian saya berfikir bagaimana agar anyaman ini bisa meningkat lagi, akhirnya saya latih dengan dana desa untuk mengupgrade anyaman bambu ini agar kekinian," sambungnya.

 

 

Ia mengatakan, sudah enam bulan para perajin di Desa Tegal Maja membuat kerajinan anyaman tas yang terbuat dari limbah perusahaan kertas.

"Bahan bakunya kita ambil dari limbah perusahaan kertas, yang memiliki serat seperti rotan," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, awalnya perajin yang dilatih hanya 20 orang.

Namun kini jumlahnya bertambah menjadi 35 orang.

"Dan itu kebanyakan ibu-ibu, jadi sembari mengurus rumah tangga, mereka juga produktif untuk membantu ekonomi keluarga," ucap Iksan.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved