Nelayan Bongkar Pagar Laut Misterius di Perairan Serang Banten
Pagar laut sepanjang 4 kilometer yang ada di Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang dibongkar oleh para nelayan.
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pagar laut sepanjang 4 kilometer yang ada di Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang dibongkar oleh para nelayan.
Pembongkaran pagar laut tersebut merupakan bentuk protes dari masyarakat, khususnya nelayan.
Diketahui, pembongkaran pagar laut yang sudah ada sejak pertengahan tahun 2023 dilakukan oleh puluhan nelayan dibantu oleh mahasiswa.
Baca juga: Cerita Warga Wanasalam Lebak soal Konflik Lahan dengan PT MII, Minta Presiden Prabowo Turun Tangan
Kemudian aktivitas lingkungan serta dikawal oleh aparat kepolisian dari Polres Serang dan Polsek Tanara.
Seorang perwakilan nelayan, Saefi menyampaikan, terdapat lebih dari 50 rombongan dari lima armada perahu yang melakukan pembongkaran terhadap pagar laut di perairan Desa Padaleman.
"Ada sekitar 50 batang pagar bambu yang kami bongkar, dan kami bawa ke Kantor Desa Pedalaman sebagai bentuk protes atas keberadaan pagar laut tersebut," ujarnya kepada TribunBanten.com, Senin (27/1/2025).
"Dan di sana masih banyak pagar laut yang masih terpasang, karena panjangnya itu hampir 4 kilometer," sambungnya.
Ia mengaku, sejak keberadaan pagar laut di wilayahnya, dirinya bersama nelayan lain merasa kesulitan dalam mencari nafkah.
"Sejak ada pagar itu nelayan yang tidak ada perahu itu susah mencari kerang di pinggir laut, karena jaringnya sering robek akibat tersangkut bambu," ucapnya.
"Terus buat yang punya perahu juga sekarang tidak bisa lagi cari ikan di pinggir, jadi harus ke tengah dan itu rutenya harus keliling karena terhalang pagar. Jadi sangat menyusahkan sekali," jelasnya.
Saefi mengatakan, pagar laut juga sering membuat alat tangkap nelayan seperti jaring, dan perahu menjadi rusak.
"Karena kan itu banyak pagar-pagar bambu yang sudah lapuk dan rusak, sehingga kalau nyangkut di perahu atau jaring itu bikin rusak," katanya.
Tidak hanya itu, keberadaan pagar laut juga membuat penghasilan nelayan menjadi menurun drastis.
"Dari sebelumnya mencapai Rp 300 ribu, sekarang mah paling sehari dapet Rp 150 ribu, itu pun kotor, belum buat solar, rokok dan sebagainya," paparnya.
Ia berharap, pemerintah dan instansi terkait dapat turun langsung untuk turut serta mencabut pagar laut di perairan Desa Padaleman.
"Kita maunya itu dicabut, cuma berat juga kalau harus nelayan sendiri yang mencabut. Makanya butuh bantuan dari pemerintah atau instansi terkait," tandasnya.
| Fraksi PDIP Soroti SiLPA Kota Serang 2025 Capai Rp73 M, Minta Anggaran Berpihak ke Rakyat Kecil |
|
|---|
| Catat, Ini Jadwal Pendaftaran hingga Daftar Ulang Jalur Prestasi Non Akademik SPMB SMA Banten 2026 |
|
|---|
| SiLPA Tangsel Capai Rp478 Miliar Disorot DPRD, Benyamin Ungkap Tiga Penyebab Utamanya |
|
|---|
| Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Sujung Serang, Tuntut Transparansi Dana Desa dan Tagih Janji Kades |
|
|---|
| Jadwal Pendaftaran SPMB Banten 2026 SMA Jalur Prestasi Akademik, Ini Persyaratan Khususnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Pagar-laut-Serang-Banten.jpg)