Pedagang di Kota Serang Menjerit, Minta Ganti Rugi Usai Digusur di Lahan PT KAI

Sejumlah pedagang di Tamansari, Kelurahan Cimuncang, Kota Serang meminta ganti rugi karena telah digusur di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Engkos
Pedagang di Tamansari, Kota Serang Yudi Iskandar usai mengadukan nasib mereka usai digusur di lahan PT KAI, ke DPRD Kota Serang, Kamis (6/2/2024). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sejumlah pedagang di Tamansari, Kelurahan Cimuncang, Kota Serang meminta ganti rugi, karena telah digusur di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Alasan mereka menuntut ganti rugi, karena telah membayar sewa lahan ke PT KAI sebesar Rp 6 juta pertahun.

Namun, belum juga mencapai satu tahun, mereka digusur oleh Pemerintah Kota Serang.

Baca juga: Kritik DPUPR Lebak, Anggota DPRD Ahmad Juhendi: Penambalan Jalan Menggunakan Paving Blok Konyol 

Salah satu pedagang, Yudi Iskandar mengatakan, mereka hanya menyewa lahan ke PT KAI.

Sedangkan bangunan kios yang digusur Pemkot Serang dibangun oleh pedagang.

"PT KAI hanya ngasih untuk bongkar Rp 250 ribu per meter, kita berharapnya bangunan dapat nilai ganti rugi juga yang layak,” kata Yudi, usai mengadukan nasib mereka ke DPRD Kota Serang, Kamis (6/2/2024).

 

 

Diketahui, sebanyak 37 bangunan kios di Tamansari, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang dibongkar, Rabu (5/2/2025).

Pembongkaran kios yang ada di lahan PT Kereta Api Indonesia tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kota Serang, untuk penataan di kawasan tersebut agar lebih baik.

Para pedagang yang digusur akan direlokasi ke Pasar Kepandean, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Mereka tidak boleh lagi berjualan di Tamansari, karena lahan tersebut akan digunakan pemerintah.

Yudi menjelaskan, dalam kontrak memang tercantum jika lahan yang disewa oleh negara akan digunakan maka kontrak akan diputus.

"Kalau putus kontrak kita gak masalah, tapi bangunan itu kan milik yang bangun (pedagang) bukan PT KAI," katanya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved