115 Hektar Sawah di Cisangu Lebak Terendam Banjir Diduga Dampak Pembangunan Tol Serang-Panimbang

Sebanyak 115 hektar lahan sawah milik warga Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak, Lebak, Banten terendam banjir.

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Misbahudin/TribunBanten.com
Area sawah di Desa Cisangu, Lebak terendam banjir, Minggu (9/2/2025). Sebanyak 115 hektar lahan sawah milik warga Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak, Lebak, Banten terendam banjir. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK -  Sebanyak 115 hektar lahan sawah milik warga Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak, Lebak, Banten terendam banjir.

Banjir yang merendam ratusan hektar sawah tersebut diduga dampak adanya pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang.

Salah seorang warga asal Kampung Bangkok, Jamak mengungkapkan, akibat banjir yang melanda area pesawahan, membuat para petani kesulitan dalam menanam padi.

Baca juga: Kena Imbas Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang, Warga Desa Cisangu Ajukan Surat RDP ke DPRD Lebak

Padahal, 99 persen masyarakat Kecamatan Cibadak untuk menyambung hidup menggantungkan dari hasil pertanian.

Jamak meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memperhatikan nasib petani di wilayahnya. Karena ia mengetahui presiden saat ini tengah mengembar-gemborkan soal swasbeda pangan.

"Jadi mau gimana swasembada pangan, orang petani yang sudah ada juga dimatikan sama pembangunan tol," ujaranya saat ditemui di rumahnya, Minggu (9/2/2025). 

Seharunya, kata Jamak, setiap pembangunan nasional dampak sosialnya harus diperhatikan, terutama berkaitan dengan ekonomi. 

"Yang ada ini mah ekonomi masyarakat jadi mati, setelah adanya pembangunan," katanya. 

Sementara itu, Kepala Desa Cisangu, Doli mengatakan, dengan adanya program swasembada pangan, diharapkan masalah yang dialami para petani di Desa Cisangu bisa terselesaikan. 

"Artinya jangan sampai pusat bicara soal swasembada pangan, tapi petaninya tidak diperhatikan. Dan sawah yang terendam akibat pembangunan jalan tol dibiarkan," katanya saat ditemui di rumahnya. 

Ia berharap kepada pemerintah pusat, Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak untuk secepatnya memberikan solusi terkait masalah yang dihadapi masyarakat sekarang ini. 

"Sebagai kepala desa saya sangat mendukung adanya pembangunan, cuma dampak sosialnya ini yang harus diperhatikan," ujarnya. 

"Dan kami minta adanya normalisasi sungai Cisangu, saluran drainase pinggir tol diperbesar, termasuk juga sawah-sawah milik warga dikasih titik terang," sambungnya. 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved