Mengenal Poliran, Program Polda Banten untuk Atasi Pengangguran di Tanah Jawara

Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto menggagas program bernama Poliran untuk mengatasi pengangguran di Provinsi Banten.

Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Abdul Rosid
Engkos Kosasih/TribunBanten.com
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Heriyanto 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto menggagas program bernama Poliran untuk mengatasi pengangguran di Provinsi Banten.

Dalam Polirian atau polisi peduli pengangguran ada tiga yang menjadi fokus untuk mengatasi pengangguran, yakni ketahanan pangan, industri dan lingkungan hidup.

Program tersebut digagas karena angka pengangguran di Provinsi Banten cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2024 masih ada 414.75 warga Banten menganggur.

Baca juga: Satu Tersangka Pembakar Kandang Ayam di Padarincang Serang Alami Patah Tulang saat Ditangkap Polisi

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Heriyanto mengatakan program Polirian dapat diakses oleh warga dengan mudah. Sebab Polda Banten telah membuat balai latihan di wilayah Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

"Di sana sampai 500 orang mampu (menampung) di sana memang ada tempat untuk latihan-latihan," kata Didik di Polda Banten, Selasa (11/2)2025).

Didik menjelaskan, pelatihan di balai tersebut mencakup pelatihan ternak ayam-kambing, cocok tanam, budidaya hingga pengelolaan sampah.

Selain itu di bidang ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas telah bekerjasama dengan Dinas Pertanian di masing-masing kabupaten kota agar mereka menjadi supervisi atau pendamping.

"Nah nanti saat cocok tanam hingga penjualan didampingi oleh Bhabinkamtibmas tadi untuk memastikan hasilnya bagus agar kesejahteraan masyarakat terjamin," ujarnya.

Sedangkan untuk fokus bidang industri, lanjut Didik, Polda Banten telah menggandeng pemerintah daerah dan Balai Latihan Kerja (BLK).

"Nanti Bhabinkamtibmas melakukan pendataan pada pemuda yang belum bekerja. Kemudian akan diserahkan untuk dilatih sesuai kebutuhan industri," katanya.

Didik menyadari persoalan industri selalu di bayang-bayang oleh calo tenaga kerja. Namun, ia memastikan bahwa Polda Banten akan melakukan pengawasan.

"Kita akan cek ke lapangan terkait calo ini, ini tidak boleh ada karena kasihan masyarakat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved