7 Amalan Malam Nisfu Syaban 2025 yang Dianjurkan Rasulullah
Ada 7 amalan malam Nisfu Syaban 2025 yang dianjurkan Rasulullah untuk dibaca oleh umatnya.
TRIBUNBANTEN.COM - Ada 7 amalan malam Nisfu Syaban 2025 yang dianjurkan Rasulullah untuk dibaca oleh umatnya.
Buya Yahya menjelaskan amalan dan keutamaan Nisfu Syaban.
Hal itu dia beberkan dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diungah pada 9 April 2019 lalu.
Mengenai amalan, pertama Buya Yahya menceritakan bahwa pada bulan syaban ini Rasulullah memperbanyak melakukan puasa dibandingkan dengan bulan lainnya selain ramadhan.
Baca juga: Simak Keutamaan Puasa Nisfu Syaban, Mulai dari Tanggal Hingga Niatnya
Ternyata terdapat amalan yang bisa diperbanyak pada malam nisfu syaban, beserta berbagai keutamaan-keutamaan yang bisa diambil.
Buya Yahya menjelaskan tentang amalan yang bisa dilakukan pada saat malam nisfu syaban.
Bulan syaban termasuk dalam bulan yang istimewa karena pada bulan ini Allah banyak memberikan pengampunan bagi setiap hamba-Nya.
Namun meski demikian, terdapat 2 golongan yang tidak mendapat ampunan dari Allah.
Golongan itu adalah orang-orang yang musyrik dan orang mukmin tapi saling bermusuhan.
"Amalan yang cocok untuk malam nisfu syaban ini adalah memohon ampunan," sebut Buya Yahya.
"Perbanyak istigfar, perbanyak dzikir, perbanyak sholat," imbuh Buya Yahya.
Pada hakikatnya tidak ada ibadah atau amalan khusus yang harus dilakukan pada malam nisfu syaban.
Namun boleh saja, ketika seseorang ingin memperbanyak sholat sunnah di malam tersebut, karena memang banyak ampunan yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya.
"Boleh saja dengan memperbanyak sholat hajat, shalat tahajud, dan shalat-shalat sunnah lainnya pada malam nisfu syaban ini.
Terlepas dari itu menurut Buya Yahya amalan tersebut juga boleh dilakukan di hari-hari biasa.
Setidaknya ada 7 amalan yang diamalkan.
Melansir NU Online Jateng, Muhamad Sochib, alumnus Pesantren Roudlotul Muttaqin dan Futuhiyyah Mranggen, Demak, menyampaikan dalam tulisannya, di antara amalan-amalan yang dianjurkan para ulama pada malam nisfu Sya'ban adalah sebagai berikut:
1. Memperbanyak Sholat Sunnah
Shalat Sunnah Mutlak, melaksanakan shalat sunnah secara mutlak dijelaskan dalam hadits:
قوله صلى الله عليه وسلم: "الصلاة خير موضوع، فمن شاء استكثر ومن شاء استقل" قال الحافظ في الفتح" 479/2: صححه ابن حبان
“Shalat adalah sebaik-baik syariat, siapa yang ingin memperbanyak maka perbanyaklah, dan siapa yang ingin melakukan sedikit maka lakukanlah.” (Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadis ini dinilai sahih oleh Ibnu Hibban. Fath Al-Bari 2/479)
Adapun kaifiyah shalat sunnah pada malam nisfu Sya’ban dalam Majmu Syarif hal 93-96 sebagai berikut:
• Shalat sunnah 2 rakaat dengan niat shalat mutlak
• Rakaat pertama setelah Fatihah membaca Surat al Kafirun (قل يأيها الكافرون...)
• Rakaat kedua, setelah Fatihah membaca Surat al Ikhlas (قل هو الله أحد...)
• Dalam setiap sujud membaca doa:
اللهم إني أعوذ بعفوك من عقابك، وأعوذ برضاك من سخطك، وأعوذ بك منك إليك، لا أحصى ثناء عليك أنت كما أثنيت على نفسك
Sholat Sunnah Tasbih
Shalat tasbih adalah shalat yang diajarkan Rasululah saw kepada pamannya Sayyidina Abbas ra agar mendapatkan pengampunan dari Allah swt.
Para ulama menyebutkan bahwa yang lebih utama pada malam nisfu Sya’ban adalah melakukan Shalat Tasbih.
Shalat Tasbih berjumlah empat rakaat, jika dikerjakan pada siang hari empat rakaat dengan sekali salam dan jika dikerjakan pada malam hari empat rakaat dua kali salam dengan dua rakaat sekali salam.
Tasbih semuanya berjumlah 300 tasbih dengan rincian tiap rakaat 75 tasbih.
Berikut ini adalah lafal niat shalat tasbih dengan dua kali salam.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Berikut ini adalah lafal niat Shalat Tasbih dengan sekali salam.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى
Sholat Sunnah Awwabin
Shalat ini jumlanya enam rakaat, dikerjakan setelah Shalat Maghrib dan sebelum Isya’, setiap dua rakaat satu kali salam.
Pada tiap rakaat dibaca surat al Fatihah dan al Ikhlas sebanyak enam kali.
2. Membaca Yasin
Dalam Kitab Mujribat yang dikarang oleh Ad-Dairaby bahwa salah satu amalan di malam nisfu Sya’ban adalah membaca Surat Yasin 3 kali dengan niat:
Pertama dibaca untuk memohon panjang umur (yang barakah) dan ketaatan/ketakwaan serta dapat istikamah kepada Allah swt.
Kedua dibaca untuk memohon dijauhkan dari segala bentuk musibah, fitnah, bala/marabahaya lahir batin.
Ketiga dibaca untuk memohon sugih hati/kaya hati yang langsung dari Allah tidak mudah meminta-minta pada selain Allah serta ditetapkan Iman Islam sampai akhir hayat.
وقال العلامة الديربي في "مجرباته" (ومن خواص "سورة يس" –كما قال بعضهم- أن تقرأها ليلة النصف من شعبان "ثلاث مرات": الأولى بنية طول العمر، والثانية بنية دفع البلاء، والثالث بنية الإستغناء عن الناس.
“Adapun pembacaan surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al-Buni dan hal itu bukanlah suatu hal yang buruk.” (Syaikh Muhammad bin Darwisy, Asná al-Mathálib, 234)
وأما قراءة سورة يس ليلتها بعد المغرب والدعاء المشهور فمن ترتيب بعض أهل الصلاح من عند نفسه قيل هو البوني ولا بأس بمثل ذلك (أسنى المطالب في أحاديث مختلفة المراتب ص. 234)
Setiap selesai membaca Surat Yasin dilanjutkan membaca doa berikut:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اللّهُمَّ يَاذَا الْمَنِّ وَلاَيُمَنُّ عَلَيْك. يَاذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ. يَاذَا الطَّوْلِ والْإِنْعَامِ, لاَإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِئيْن, وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْن, وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْن. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ مِنْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَتَقْتِيْرِ رِزْقِيْ وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَل, عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَل {يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ} إِلهِيْ بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَم, فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَّم, الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَم, اكْشِفْ عَنِّيْ مِنَ الْبَلاَءِ مَا أَعْلَم, وَمَا لاَ أَعْلَم, وَاغْفِرْ لِيْ مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَم. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَعْظَمِ عِبَادِكَ حَظًّا وَنَصِيْبًا فِيْ كُلِّ شَيْئٍ قَسَمْتَهُ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ نُوْرٍ تَهْدِيْ بِهِ, أَوْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا, أَوْ رِزْقٍ تَبْسُطُهُ, أَوْ فَضْلٍ تُقَسِّمُهُ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ, يَاللهُ, يَاللهُ, لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ هَبْ لِيْ قَلْبًا تَقِيًّا نَقِيًّا, مِن َالشِّرْكِ بَرِيًّا, لاَ كَافِرًا وَلاَ شَقِيًّا, وَقَلْبًا سَلِيْمًا خَاشِعًا ضَارِعًا. اللَّهُمَّ امْلَأْ قَلْبِيْ بِنُوْرِكَ وَأَنْوَارِ مُشَاهَدَتِكَ, وَجَمَالِكَ وَكَمَالِكَ وَمَحَبَّتِكَ, وَعِصْمَتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَعِلْمِكَ, يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
3. Membaca Tasbih Nabi Yunus
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Syekh Abdul Hamid Qudus dalam Kitab Kanzun Najah Was Surur mengatakan:
فإن تلاوة هذه الآية في هذه الليلة بالعدد المذكور تكون أمانا فى ذلك العام من البلايا والأوهام
Siapa yang membaca dzikir ini di malam nisfu Sya'ban sebanyak 2375 kali, maka dengan izin Allah Taala, ia akan diberikan perlindungan dari bala sampai tahun akan datang.
4. Membaca Ayatul Hirsh (Surat at-Taubah Ayat 128-129)
ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﺣَﺮِﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَﺀُﻭﻑٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ ( 128 ) ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﻮَﻟَّﻮْﺍ ﻓَﻘُﻞْ ﺣَﺴْﺒِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖُ ﻭَﻫُﻮَ ﺭَﺏُّ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢِ
Imam al-Quthb Sayyidi Abu Ali al-Ahsan al-Ba'qiliy al-Maghribiy mengutip dalam kitab Ira'ah Arais Syumus Falak al-Haqaiq al-Irfaniyah perkataan al Quthb al-Maktum Sayyidi Syekh Ahmad at-Tijani Radhiyallahu anhu:
ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﺁﻳﺔ ﺍﻟﺤﺮﺹ ٥٠٠ ﻣﺮﺓ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ ﻟﻢ ﻳﺴﺌﻞ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ
''Siapa yang membaca ayat al-Hirhs sebanyak 500 kali pada malam nisfu Sya'ban, tidak akan mendapat pertanyaan malaikat di alam kubur.''
5. Memperbanyak Doa
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا ياَ كَرِيْمُ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
"Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah kami wahai dzat yang maha mulia. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pengampunan, kesehatan dan pemeliharaan yang berkesinambungan dalam hal agama, dunia dan akhirat."
6. Memperbanyak Sholawat Nabi
Di antara keistimewaan Sya’ban yaitu bulan di mana ayat tentang shalawat diturunkan, yaitu firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian atas Nabi dan sampaikanlah salam penghormatan kepada-Nya.” (al-Ahzab:56)
Ibnu Abi al-Shoif al-Yamani mengatakan bahwa Sya’ban merupakan bulan shalawat atas Nabi karena ayat innallaha wa malaaikatahuu yusholluuna alannabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu sholluu alaihi wa sallimuu tasliimaa’ itu turun di bulan Sya’ban.
7. Berpuasa pada Siang Hari
Dalam haditsnya Rasululllah bersabda:
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
"Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah bersabda: "Apabila sampai pada malam nisfu Sya'ban, maka shalatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, karena sesungguhnya Allah akan turun ke dunia pada malam tersebut sejak matahari terbenam dan Allah berfirman: "Tidak ada orang yang meminta ampun kecuali Aku akan mengampuni segala dosanya, tidak ada yang meminta rezeki melainkan Aku akan memberikannya rezeki, tidak ada yang terkena musibah atau bencana, kecuali Aku akan menghindarkannya, tidak ada yang demikian, tidak ada yang demikian, sampai terbit fajar." (HR Imam Ibnu Majah dalam Kitab Sunannya hadis No: 1378)
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com
| Niat Salat Nisfu Sya'ban, Berikut Bacaan Surat, Lengkap dengan Doanya |
|
|---|
| Penjelasan Buya Yahya soal Hukum Merayakan Hari Ibu Menurut Islam |
|
|---|
| Ini Golongan Penerima Daging Hewan Kurban saat Idul Adha 2024, Ini Penjelasan Buya Yahya dan UAH |
|
|---|
| AWAS Ini Risiko Tunda Bayar Utang dalam Hidup, Buya Yahya: Gak Bisa Kaya |
|
|---|
| Apakah Boleh Berhubungan Badan Suami Istri Tanpa Selimut? Apa Hukumnya, Ini Kata Buya Yahya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kumpulan-ucapan-minta-maaf-untuk-menyambut-malam-nisfu-syaban.jpg)