Warga Cisangu Lebak Ancam Demo, Jika PT Wika Tak Beri Kepastian Soal Dampak Tol Serang-Panimbang

Warga Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak, Lebak, Banten mengancam akan menggelar aksi demonstrasi.

Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Misbah/TribunBanten.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama masyarakat Desa Cisangu,dan PT Wijaya Karya (Wika) Serang Panimbang di ruang Paripurna DPRD Lebak, Selasa (18/2/2025). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Warga Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak, Lebak, Banten mengancam akan menggelar aksi demonstrasi. 

Aksi demonstrasi akan mereka lakukan, manakala PT Wika tidak mengabulkan harapan dan keluhan warga desa Cisangu, diduga terdampak akibat pembangunan jalan tol Serang-Panimbang. 

"Kita akan aksi demontrasi, kalau harapan kami tidak diindahkan oleh mereka," ujar Kepala Desa Cisangu, Doli, usia RDP bersama DPRD Lebak, Selasa (18/2/2025). 

Baca juga: Warga Tenjolaya Wanasalam Datangi Pendopo Bupati Lebak Sambil Bawa Hasil Bumi, Ada Apa?

Meskipun begitu, kata Doli, dirinya berharap ada solusi yang dilakukan pihak PT terhadap permasalahan yang terjadi sekarang ini. 

"Tapi mudah-mudahan ada solusi yang terbaik, tapi tadi itu, kalau tidak ada solusi, ya suka tidak suka aksi," katanya. 

Doli mengaku, meskipun PT Wika akan menindaklanjuti soal aduan masyarakat.

Namun, pihaknya akan tetap mengawal rencana kelanjutan tersebut sampai tuntas. 

"Kita akan kawal, sampai apa yang diharapkan dan dikeluhkan masyarakat bisa terwujud," ucapnya. 

"Karena ini adalah kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompok," sambungnya. 

Doli mengungkapkan, ada sebanyak 115 hektar sawah milik warga desa Cisangu yang terdampak akibat adanya pembangunan jalan tol.

Tak hanya sawah saja, lanjut Doli, banjir juga telah masuk pada permukaan warga, sebanyak 4 RT. 

"Pokonya segitu yang terdampak luasan lahan sawah warga. Belum lagi banjir masuk ke permukiman warga," ujaranya. 

Terkait kerugian, Doli belum mengetahui. 

"Kalau kerugian kita belum tahu, cuma banyak lah. Soalnya warga nandur itu sudah 3 kali tapi banjir lagi, banjir lagi," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved