Berkah Pedagang Bunga Tabur Jelang Ramadan, Omzet Meningkat Hingga Tiga Kali Lipat

Menjelang bulan suci ramadhan penjual  bunga tabur di Pasar Ciruas, Serang, Banten banjir pembeli.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Tajudin
TribunBanten.com/Ade Feri
BUNGA TABUR - Siti Fati'ah penjual bunga tabur di Pasar Ciruas, Serang Banten, saat ditemui di lapak nya Kamis, (27/2/2025). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Menjelang bulan suci ramadhan penjual  bunga tabur di Pasar Ciruas, Serang, Banten banjir pembeli.

Para pedagang mencatat lonjakan penjualan hingga tiga kali lipat, dibandingkan hari biasa.


Seorang pedagang Siti Fati'ah, mengungkapkan peningkatan permintaan disebabkan tradisi masyarakat yang melakukan nyekar atau ziarah kubur ke makam keluarga mereka sebelum memasuki bulan Ramadan.

Bermodalkan keranjang plastik, dan beberapa kantong plastik yang berisi beragam jenis bunga, Fati'ah membuka lapak jualan tepat di pintu masuk pasar.

Baca juga: Ini Daftar Lokasi Pemantauan Hilal 1 Ramadhan 2025 di Banten

Terdapat beragam jenis bunga yang ia jual, seperti pacar air, kenanga, kamboja, bunga kertas, dan bunga kembang matahari.

Beragam jenis bunga tersebut, ia campur dan dimasukkan dalam sebuah kantong plastik kecil, dan dijual dengan harga Rp 5.000 per kantong.

Baca juga: 100 Ucapan Selamat Jalankan Ibadah Puasa RamaDan 2025, Bisa Dikirim ke Kerabat atau Jadi Status WA

Berjualan bunga tabur sejak empat tahun lalu, wanita asal Kasemen, Kota Serang ini mengaku, selalu mengalami lonjakan penghasilan saat tiga hari jelang ramadhan.

"Mulai hari ini yang ramai, lalau hari biasa mah paling Rp 50 ribu, kalo ada rejeki yah Rp 200 ribu," ujarnya saat ditemui di lapak dagangannya, Kamis (27/2/2025).

"Tapi kalau menjelang puasa kayak gini ya lumayan banyak yang beli, per hari Rp 500-600 ribu, tergantung ramai enggaknya," sambungnya.

Dirinya mengaku, biasa berjualan mulai pukul 06.00 - 16.00 WIB.

"Pagi jam 6 itu sudah buka terus sore kisaran jam 4 itu pulang, dan mereka para pembeli sudah tahu kalo saya mangkal di sini," tuturnya.

Ia menjelaskan, barang yang ia jual dikirim oleh pemasok di sekitaran rumahnya seharga Rp 30 ribu per kantong plastik besar.

"Itu untuk satu jenis bunga, jadi saya beli biasanya 5-6 kantong plastik," jelasnya.

Selain bunga tabur, dirinya juga menjual beberapa barang lainnya yang biasa digunakan untuk ziarah, seperti pinang, daun sirih, dan air.

"Pinang saya jual Rp 2 ribu, daun sirih satu ikat itu Rp 5 ribu, dan air satu botol kecil itu Rp 10 ribu," tandasnya.

 

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved