Mudik Lebaran 2025

Pemudik Pejalan Kaki di Pelabuhan Merak Ancam Demo ASDP, Ini Penyebabnya

Pemudik pejalan kaki di Pelabuhan Merak mengancam akan melakukan aksi demonstrasi kepada PT ASDP Indonesia Ferry Merak, Jumat (28/3/2025).

Editor: Abdul Rosid
Ade Feri/TribunBanten.com
Pemudik pejalan kaki di Pelabuhan Merak mengancam akan melakukan aksi demonstrasi kepada PT ASDP Indonesia Ferry Merak, Jumat (28/3/2025). 

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Pemudik pejalan kaki di Pelabuhan Merak mengancam akan melakukan aksi demonstrasi kepada PT ASDP Indonesia Ferry Merak, Jumat (28/3/2025).

Ancaman aksi demo tersebut buntut keributan yang terjadi saat antrean di gerbang menuju kapal di dermaga 6 terminal eksekutif, Merak.

Berdasarkan Pantauan TribunBanten.com, nampak sejumlah pemudik marah lantaran petugas dianggap tidak mampu mengatur antrean pemudik yang hendak masuk ke dalam kapal.

Baca juga: BREAKING NEWS! Pemudik di Pelabuhan Merak Ngamuk, Ancam Akan Demo ASDP, Gegara Antrean Tak Beraturan

Terdengar suara pemudik yang diketahui bernama Sri Wahyuni, meminta pengertian kepada petugas ASDP Merak untuk mengatur jalur pemudik agar lebih tertib.

"Tolong dong pengertiannya, kita sudah 2 jam ngantre. Jangan sampai ASDP Merak yang kita demo," ujarnya dengan nada berteriak.

"Sama-sama ngantre, dari belakang jangan dari samping," sambungnya.

Gelombang protes juga terdengar dari pemudik lainnya, yang meneriaki petugas bahwa terdapat beberapa pemudik lain yang menyerobot antrean.

"Yang di belakang ngantre dari tadi pak," ujar pemudik wanita yang mengenakan jilbab coklat.

Protes juga hadir dari pemudik laki-laki yang mengenakan kaca mata hitam, dan berbaju biru dongker.

Dirinya meminta, agar petugas bersikap tegas terhadap pemudik yang tidak tertib dalam mengantre.

"Itu banyak tadi orang yang nyerobot, diusir dong," katanya sembari menunjuk.

Melihat gelombang protes tersebut, para petugas pun langsung bergegas mengatur antrean para pemudik.

Petugas dari ASDP Merak langsung menegur para pemudik yang tidak tertib antre.

"Bapak gak ada jadwal, gak ada garis. Ini kan harusnya tiga baris, bukan empat," kata seorang petugas wanita yang belum diketahui namanya.

Dirinya pun langsung mempersilahkan pemudik tidak tertib, untuk antre sesuai urutan.

Keriuhan protes pemudik tersebut, berlangsung selama kisaran 10 menit.

Dan saat ini antrean para pemudik sudah kembali normal.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved