Hari Buruh 2025: Ini Sejarah Peringatan Pertama Hari Buruh Internasional di Indonesia

Perayaan Hari Buruh pertama di Indonesia yakni pada tanggal 1 Mei 1946, atau sekitar sembilan bulan pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Editor: Abdul Rosid
Gahetna Via Kompas.com
Perayaan Hari Buruh pertama di Indonesia yakni pada tanggal 1 Mei 1946, atau sekitar sembilan bulan pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 

TRIBUNBANTEN.COM - Seluruh pekerja di dunia termasuk Indonesia akan memperingati Hari Buruh pada Jumat 1 Mei 2025. 

Bagi Tribuners yang belum mengetahui, rakyat Indonesia sudah merayakan Hari Buruh Internasional sejak menyatakan diri merdeka. 

Perayaan Hari Buruh pertama di Indonesia yakni pada tanggal 1 Mei 1946, atau sekitar sembilan bulan pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. 

Baca juga: Prabowo Jadi Presiden ke-2 Setelah Bung Karno yang Hadiri Peringatan Hari Buruh

Peringatan 1 Mei 1946 bertepatan dengan masa Kabinet Sjahrir kedua (Maret 1946-Oktober 1946).

Maklumat Peringatan 1 Mei 1946

Kebijakan politik Sjahrir yang inklusif bagi gerakan telah melahirkan banyak partai dan organisasi pasca Indonesia merdeka. 

Corak politik pemerintah Indonesia di masa Kabinet Sjahrir ini membuat perayaan 1 Mei 1946 disambut dengan antusias. 

Momentum ini didukung pula oleh Kementerian Sosial pimpinan Maria Ulfah.

Mengutip Jafar Suryomenggolo dalam tulisannya berjudul "Bagaimana 1 Mei Dirayakan pada Masa Lalu?: Studi Perayaan Hari Buruh 1946-1947" di Jurnal Kajian Perburuhan Sedane (2009), Mari Ulfah mengeluarkan maklumat berikut: 

"Kepada boeroeh harian jg. ikoet merajakan hari 1 Mei diberi gadjih teroes oentoek hari itoe. 

Kepada kantor2 Djawatan2 dan peroesahaan2 tsb diatas diperkenankan mengibarkan Bendera Merah disamping Sang Merah Poetih."

Masih merujuk Jafar Suryomenggolo, maklumat itu merupakan respon pemerintah atas tuntutan Barisan Boeroeh Indonesia (BBI) agar menjadikan 1 Mei 1946 sebagai hari raya. 

Melalui radio, Menteri Sosial Maria Ulfa juga menyampaikan pidato yang membahas seputar sejarah serikat buruh di luar negeri dan harapannya pada gerakan buruh untuk membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Di sisi lain, Presiden Soekarno memberikan pidato di Alun-Alun Jogja pada perayaan 1 Mei 1946, sebagaimana dilaporkan oleh Pantja Raja edisi 15 Mei 1946. Pantja Raja juga mendokumentasikan peringatan Hari Buruh pada 1946 oleh perusahaan percetakan Balai Poestaka, yang diisi dengan pidato-pidato.

Kegiatan Perayaan 1 Mei 1946

Perayaan 1 Mei 1946 dilakukan oleh organisasi-organisasi buruh, seperti BBI. 

Bahkan, sebut Jafar Suryomenggolo, BBI telah membentuk Panitia Peringatan hari 1 Mei jauh sebelum tanggal 1 Mei 1946. 

Panitia ini bertugas dalam melakukan kampanye terkait arti penting May Day dan sejarah Hari Buruh. 

Kampanye-kampanye juga disiarkan melalui media massa seperti radio. 

Siaran berita Antara di radio menjadi wadah bagi gerakan buruh saat itu untuk menyebarkan kampanye tentang Hari Buruh.

BBI juga disebut mengadakan pertemuan yang mengundang kaum buruh laki-laki dan perempuan, serta istri-istri para buruh. Acara ini dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi para buruh. 

Selama acara, BBI memutar lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan lagu perjuangan buruh "Intenasionale". 

Jafar Suryomenggolo juga mencatat, bahwa gerakan buruh di Pati, Jawa Tengah juga menghelat rapat raksasa dan arak-arakan dalam peringatan Hari Buruh Internasional.

Refrensi:

- Jafar Suryomenggolo. (2009). "Bagaimana 1 Mei Dirayakan pada Masa Lalu?: Studi Perayaan Hari Buruh 1946-1947". Jurnal Kajian Perburuhan Sedane, Vol. 8(2), 2-29.

- Majalah Pantja Raja No. 13, 15 Mei 1946 Th. I

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved