Pengangguran di Banten Tembus 412 Ribu Orang, Tertinggi ke-4 Nasional

Angka pengangguran di Provinsi Banten sebanyak 412.710 orang atau posisi keempat tertinggi di Indonesia.

Editor: Abdul Rosid
Kompas.com
Angka pengangguran di Provinsi Banten sebanyak 412.710 orang atau posisi keempat tertinggi di Indonesia. 

TRIBUNBANTEN.COM - Angka pengangguran di Provinsi Banten sebanyak 412.710 orang atau posisi keempat tertinggi di Indonesia.

Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2025.

Dari data tersebut menyebutkan, angka angkatan kerja sebanyak 6,21 juta orang. Dari angka itu, penduduk Banten yang bekerja pada Februari 2025 sebanyak 5,80 juta orang.

Baca juga: Atlet Asal Lebak Banten Raih Emas di Women Baseball Asia 2025, Bawa Indonesia Lolos ke Piala Asia

"Pengangguran sebesar 412.710 orang, atau mengalami penurunan 11.980 orang dibanding Februari 2024," kata Ketua Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Banten, Adam Sofian, dikutip dari Kompas.com, Senin (5/5/2025).

Adam mengatakan, dengan angka tersebut, dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 7 orang penganggur. 

Berdasarkan jenis kelamin, angka pengangguran laki-laki sebesar 6,65 persen, lebih tinggi dibanding perempuan sebesar 6,63 persen. 

Adapun apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, tingkat pengangguran terbuka (TPT) perkotaan 6,65 persen lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan 6,62 persen. 

Apabila dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi, lanjut Adam, tamatan sekolah menengah pertama merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 9,35 persen.

Artinya, kata Adam, dari 100 orang angkatan kerja tamatan sekolah menengah pertama, terdapat sekitar 9 orang penganggur. 

Sementara TPT yang paling rendah adalah pada pendidikan Diploma I/II/III, yaitu sebesar 2,03 persen. 

"Masih didominasi oleh mereka-mereka yang menganggur atau mencari pekerja yang memiliki ijazah sekolah menengah pertama maupun atas, dan termasuk sekolah menengah kejuruan," ujar Adam. 

Menurut Adam, penyebab banyaknya pengangguran dari tamatan SMP, SMA, dan SMK adalah karena mereka kalah bersaing di pasar tenaga kerja. 

"Mereka (lulusan SMP, SMA, dan SMK) harus bersaing dengan calon pekerja yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, persaingan lebih ketat," kata Adam.

1. Papua 6,92 persen 

2. Kepulauan Riau 6,89 persen 

3. Jawa Barat 6,74 persen 

4. Banten 6,65 persen 

5. Papua Barat Daya 6,61 persen


Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved