Sejarah Mathla’ul Anwar, Berdiri Sejak 1916, Jadi Pilar Pendidikan Islam Sebelum NU Lahir

Berdiri di Menes, Pandeglang, pada awal abad ke-20, organisasi Mathla’ul Anwar tumbuh sebagai gerakan pendidikan dan dakwah

Tayang:
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Wawan Perdana
TribunBanten.com/Ahmad Haris
FOTO BERSAMA-Menteri Agama RI Nasaruddin Umar (kelima dari kiri) berfoto bersama Ketua Umum Mathla'ul Anwar KH. Embay Mulya Syarif (kelima dari kanan) dan Gubernur Banten Andra Soni (keempat dari kanan) dan tokoh lainnya, saat Muktamar XXI Mathla’ul Anwar di Plaza Aspirasi KP3B, Sabtu (11/4/2026). 

Laporan Jurnalis TribunBanten.com, Ahmad Haris

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG–Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peran organisasi Islam Mathla’ul Anwar dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Organisasi yang lahir dari Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten ini bahkan disebut sebagai salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter keislaman dan kebangsaan di Tanah Air.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin saat membuka Muktamar XXI Mathla’ul Anwar yang dirangkaikan dengan Musyawarah Nasional (Munas) VI Muslimat Mathla’ul Anwar di Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Sabtu (11/4/2026).

Dalam sambutannya di hadapan ribuan peserta, Nasaruddin menggambarkan Mathla’ul Anwar sebagai “cahaya dari Menes” yang terus memancarkan pengaruh positif ke berbagai penjuru Indonesia.

“Mathla’ul Anwar itu seperti intan berlian. Dari setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berwarna-warni dan indah,” ujarnya.

Jejak Sejarah Panjang dari Menes

Mathla’ul Anwar merupakan organisasi Islam yang memiliki akar sejarah panjang di Indonesia.

Berdiri di Menes, Pandeglang, pada awal abad ke-20, organisasi ini tumbuh sebagai gerakan pendidikan dan dakwah yang berfokus pada pemberdayaan umat melalui ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman moderat.

Keberadaannya bahkan lebih awal dibandingkan Nahdlatul Ulama (NU), yang berdiri pada 1926.

Sejak didirikan oleh KH Mas Abdurrahman pada 10 Juli 1916, Mathla’ul Anwar aktif mendirikan lembaga pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, serta mengembangkan jaringan dakwah di berbagai daerah.

Dari sebuah kawasan kecil di Banten, Mathla’ul Anwar berkembang menjadi organisasi nasional yang memiliki pengaruh signifikan, terutama dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

“Cahaya itu berasal dari Menes, lalu berkembang dan menyebar ke seluruh Indonesia. Ini kontribusi besar yang tidak boleh dilupakan,” tegas Nasaruddin.

Suasana Muktamar XXI Mathla’ul Anwar yang dirangkaikan dengan Musyawarah Nasional VI Muslimat Mathla’ul Anwar, Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Sabtu (11/4/2026)
Suasana Muktamar XXI Mathla’ul Anwar yang dirangkaikan dengan Musyawarah Nasional VI Muslimat Mathla’ul Anwar, Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Sabtu (11/4/2026) (TribunBanten.com/Ahmad Haris)

Peran Strategis di Era Modern

Dalam konteks kekinian, Nasaruddin menilai Mathla’ul Anwar memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Ia menekankan pentingnya organisasi keagamaan yang moderat dan inklusif dalam menghadapi tantangan kebangsaan ke depan.

Menurutnya, kontribusi Mathla’ul Anwar tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi juga mencakup pembangunan sosial dan penguatan nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved