Pedagang Pasar Kranggot Cilegon Tolak Relokasi: Takut Sepi Pembeli
Para pedagang diminta pindah ke hanggar barat, namun keberatan karena lokasi tersebut dianggap kurang strategis.
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan utama pintu masuk Pasar Kranggot, Kota Cilegon, menyatakan penolakan terhadap rencana relokasi yang digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat.
Para pedagang diminta pindah ke hanggar barat, namun keberatan karena lokasi tersebut dianggap kurang strategis.
Salah satu pedagang, Ismet, mengaku khawatir pendapatannya akan menurun drastis jika dipindahkan ke tempat baru.
Baca juga: Siswi di Tangsel Diduga jadi Korban Pelecehan Senior di Sekolah, Orang Tua Lapor Polisi
“Tempat yang disiapkan terlalu masuk ke dalam. Kami khawatir pembeli enggan datang ke sana,” ujar Ismet kepada TribunBanten.com, Selasa (7/5/2025).
Dikatakan Ismet, sebelumnya pernah berjualan di dalam pasar, namun tempat dan akses untuk para pembeli kurang memadai.
"Akhirnya saya kembali berjualan di luar pasar, karena pembeli lebih memilih berbelanja di bagian luar pasar," katanya.
"Kondisinya di dalam itu pas mau masuk ada pedagang ikan, disitu banyak dikeluhkan bau dan jorok, kalau lokasinya bagus dan nyaman kita juga tidak mempermasalahkan," tambahnya.
Hal senada disampaikan Erikasni, seorang pedagang pakaian yang sudah bertahun-tahun berjualan di pinggir jalan.
Ia mengatakan, dirinya merasa keberatan jika harus dipindahkan ke tempat baru.
Sebab, kata Dia, saat ini kondisi jualannya sedang sepi pembeli.
"Sekarang aja jualan di pinggir jalan lagi sepi, apalagi nanti jualan di tempat baru, kami khawatir semakin sepi," ucapnya.
Kendati demikian, kata Erikasni, dirinya menyadari bahwa berjualan di pinggir jalan dapat menyebabkan kemacetan dan dilarang oleh pemerintah.
"Kami sadar berjualan di pinggir jalan ini gak boleh sama pemerintah, cuma kami minta ketika direlokasi ke tempat baru harus layak, harus ada sosialisasi supaya pembeli bisa diarahkan ke tempat baru," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Perdagangan Disperindag Kota Cilegon, Fitria Achmad mengatakan, pihaknya memahami kekhawatiran para pedagang soal menurunnya pembeli ketika dipindahkan ke tempat baru.
| Lebaran Idul Fitri 2026: Wali Kota Robinsar Ajak Warga Cilegon Perkuat Nilai Kemenangan Spiritual |
|
|---|
| Momen Puluhan Ribu Warga Cilegon Menyemut di Jalanan Kota : Konvoi Takbir Keliling |
|
|---|
| Di Luar Dugaan! H-2 Lebaran Pelabuhan Merak Justru Lengang, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Strategi Robinsar-Fajar Benahi Infrastruktur Sekolah di Cilegon, Siapkan Rp18 M untuk Perbaikan |
|
|---|
| Daftar Korban Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi Hari Ini, Satu Pemudik Asal Kota Cilegon Meninggal Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/RELOKASI-PEDAGANG-KRANGGOT-Suasa.jpg)