Kecewa Rumah Bakal Digusur, Warga Sukadana 1 Kota Serang Pasang Bendera Setengah Tiang
Warga Kampung Sukadana Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, memasang bendera kuning dan bendera merah putih setengah tiang
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Haris
Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM SERANG - Warga Lingkungan Sukadana 1 RT 01 hingga RT 05, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten memasang bendera kuning dan bendera merah putih setengah tiang di halaman rumah mereka.
Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan warga setempat terhadap kebijakan Pemerintah Kota Serang, terkait adanya rencana pembongkaran bangunan liar (bangli) di sepanjang kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibanten.
Seorang warga, Sumartini mengaku, sempat kaget melihat bendera kuning berjejer di pinggiran kali Cibanten.
Baca juga: DPRD Kota Serang Siap Kawal Perbaikan Dua Sekolah Rusak di Kasemen, Targetkan Rampung pada 2026
Sepintas ia mengira ada warga setempat yang meninggal dunia.
Namun, setelah bertanya ke tetangganya, pemasangan bendera kuning dan bendera merah putih itu sebagai bentuk kekecewaan warga kepada Pemkot Serang, perihal rencana aktivitas normalisasi DAS Cibanten.
"Sempet kaget wong baru bangun tidur udah banyak bendera kuning, kirain ada yg meninggal," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Kamis, 15 Mei 2025.
Menurutnya, pemasangan bendera kuning dan bendera merah putih setengah tiang ini memiliki makna yang mendalam.
Selain bentuk kecewa, warga juga ingin menyampaikan kepada Pemkot Serang bahwa lingkungan Sukadana 1 RT 01 sampai RT 05 akan mati ditinggal penghuninya, apabila terjadi penggusuran.
"Ini hasil gagasan para pemuda karena kecewa kepada pemerintah. Jadi seolah-olah gang ini mati," ucapnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Heri mengatakan, pemasangan bendera kuning dan bendera merah putih setengah tiang ini merupakan inisiatif warga setempat.
Sebab, seluruh bangunan rumah di lingkungan Sukadana 1 akan dibongkar pemerintah, yang dinilai menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Serang.
"Kalau jadi digusur, otomatis di sini engga ada kampung lagi, jadi kampung mati. Makanya kita pasang bendera kuning," katanya.
Meski penggusuran akan dilakukan pada bulan ini, kata dia, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan surat pemberitahuan maupun sosialisasi tindak lanjut dari Pemkot Serang kepada warga.
"Belum ada (surat pemberitahuannya). Baru informasi lewat mulut ke mulut aja, katanya mau dipadamkan listriknya," ucap Heri.
| Wisata Kuliner Serang: Cicipi Bakmi Panggang dan Toast Srikaya di Gedong Heritage |
|
|---|
| Ungkapan Bahagia Warga Kota Serang Dapat Bantuan RTLH dari Wali Kota Budi Rustandi |
|
|---|
| Pemkot Godok Arah Pembangunan Kota Serang 2027, Program Prioritas Nasional Masuk Pembahasan |
|
|---|
| Ketua DPRD Kota Serang: Arah Pembangunan 2027 Fokus SDM hingga Infrastruktur |
|
|---|
| Dilantik Jadi Kepala Bapperida, Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Jadi Perhatian Hari Pamungkas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/rumah-Warga-Sukadana-Kasemen.jpg)