Heboh Makam Keramat Palsu di Serang Banten: Dibangun di TPU, Ada Goa dan Sumur Ritual
Warga Desa Seuat, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, digemparkan dengan penemuan 31 makam keramat palsu yang dibangun oleh seseorang pendatang
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Warga Desa Seuat, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, digemparkan dengan penemuan 31 makam keramat palsu yang dibangun oleh seseorang pendatang asal Karawang, Jawa Barat.
Makam-makam tersebut berada di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU), sekitar 300 meter dari permukiman warga. Keberadaan makam itu menimbulkan keresahan karena sebelumnya area tersebut merupakan lahan kosong.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Petir, Muhammad Nasrudin, mengatakan penemuan itu bermula dari laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas mencurigakan di lokasi TPU.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah 4 dan 5 Juni 2025, Lengkap dengan Tulisan Arab Artinya
"Setelah kami cek bersama Polsek dan pengurus MUI, ternyata memang makam keramat palsu. Dibangun di atas tanah, menggunakan bata hebel, lengkap dengan batu nisan yang bertuliskan nama tokoh-tokoh Islam terdahulu," jelas Nasrudin kepada TribunBanten.com, Selasa (3/6/2025).
Nama-Nama Tokoh Islam Tertulis di Nisan
Makam Tidak Digali, Hanya Disusun Seolah Sakral
Nasrudin menjelaskan, seluruh makam dibuat tanpa proses penggalian.
Batu-batu disusun sedemikian rupa di atas permukaan tanah, menyerupai makam syekh dan wali.
Beberapa nisan bertuliskan nama tokoh seperti Ki Buyut Antaboga, Nyi Mas Ratu Gandasari, dan Galuh Sunda Pajajaran, serta nama-nama lain yang dikaitkan dengan sejarah Islam di tanah Jawa.
"Kami khawatir ini bisa merusak akidah. Nanti anak cucu mengira itu makam keramat padahal bohong. Jangan sampai jadi tempat pemujaan atau semacamnya," ujarnya.
Ditemukan Goa dan Sumur, Diduga untuk Ritual
Tak hanya makam, tim juga menemukan keberadaan sebuah goa sedalam sekitar 5 meter yang diduga digunakan untuk kegiatan bertapa atau ritual. Tak jauh dari sana, terdapat sumur tua yang dilengkapi kerekan tradisional.
"Goa kemungkinan dibuat untuk ritual. Di dekatnya ada sumur tua lengkap dengan kerekan dan timba. Suasananya memang dibuat mirip tempat ziarah keramat," tutur Nasrudin.
Banyak Tamu Datang ke Lokasi Sebelum Dibongkar
Menurut pengakuan warga, sebelum makam-makam palsu itu dibongkar, pelaku kerap menerima kunjungan dari banyak tamu. Mereka datang menggunakan mobil dan sepeda motor, lalu masuk ke area makam melalui jalan setapak.
"Kendaraannya diparkir di pinggir jalan, lalu mereka masuk jalan setapak ke lokasi. Kami curiga, makanya kami selidiki," kata Nasrudin.
Makam Dibongkar, Pelaku Mengaku dan Minta Maaf
Menyusul keresahan warga, aparat desa, kepolisian, dan tokoh masyarakat sepakat membongkar seluruh makam palsu. Saat ini, area TPU telah disterilkan dan dipasangi garis polisi.
Nasrudin menambahkan bahwa pelaku telah dimediasi oleh aparat dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Kami sudah sepakat untuk membongkar semuanya. Saat ini situasi kondusif. Lokasi pun telah diamankan dan tidak ada lagi aktivitas mencurigakan," pungkasnya.
| Rp 80 Miliar Susut Jadi Rp 20 Miliar, Wagub Banten Bongkar Dugaan Korupsi di PT ABM |
|
|---|
| Deden Apriandhi Resmi Pimpin Korpri Banten 2025-2030, Gubernur Andra Soni Beri Pesan Ini |
|
|---|
| Warga Pandeglang Meninggal di Kapal Ocean Galaxy saat Lintasi Laut Mamuju, Diduga Serangan Jantung |
|
|---|
| Siapkan Payung! BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Banten, Kamis 23 April 2026: Ini Wilayah Berpotensi Hujan |
|
|---|
| BGN Suspend 20 SPPG di Banten, Dapur Kotor dan Menu Jelek Jadi Sorotan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Makam-keramat-palsu-a.jpg)